Tips berbelanja sayuran brokoli dan cara menyimpannya

Tips berbelanja sayuran brokoli dan cara menyimpannya

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Dimana sayur yang satu ini bisa dikonsumsi mentah, bahkan bisa diproses atau diolah menjadi berbagai macam hidangan yang begitu lezat, enak dan nikmat. Diketahui sayur yang satu ini sangat ampuh untuk mencegah kanker paru, kanker polon, kanker prostat serta kanker perut.

Bukanlah rahasia lagi jika brokoli dikatakan sebagai sayuran yang banyak mengandung manfaat. Kerabat cauliflower atau kembang kolo ini kaya akan provitamin A, vitamin C serta asam folat. Tidak hanya itu, brokoli juga mengandung banyak mineral utama seperti misalkan potasium, kalium, kalsium, besi dan selenium. Bahkan senyawa-senyawa lainnya pun bisa kita temukan pada sayur yang satu ini.

Meskipun brokoli kaya akan manfaat, tetapi faktanya brokoli juga memiliki kekurangan, dimana sayur yang satu ini terkenal tidak bisa tahan lama atau mudah busuk dan gampang rusak. Brokoli memang tidak memiliki waktu simpan yang cukup panjang, oleh sebab itulah anda harus bisa memilih brokoli dengan tepat ketika membelinya baik di pasar atau di supermarket. Hal ini bertujuan agar anda tidak terjebak ketika memilihnya, jika anda mampu memilih brokoli dengan benar maka hal ini juga bisa membantu brokoli tetap segar dan tahan lama.

Tidak banyak orang yang tahu seperti apa tips memilih dan menyimpan brokoli yang baik dan benar, oleh karena itulah tidak sedikit orang yang justru asal-asalan ketika memilih atau membelinya. Namun, untuk saat ini anda semua jangan merasa khawatir, karena pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan seperti apa tips memilih brokoli yang baik, segar dan sehat untuk anda semua. berikut penjelasannya:

Tips memilih brokoli yang baik dan benar:

  • Pilih brokoli berwarna hijau tua

Jika Anda ingin membekukan brokoli yang segar, renyah, dan enak, tentu saja Anda harus menggunakan brokoli yang sangat segar. Ketika Anda membeli brokoli di supermarket lokal atau memetiknya langsung dari kebun, akan lebih baik mengetahui ciri-ciri brokoli yang segar dan sehat. Dengan begitu, Anda memilih brokoli-brokoli terbaik saja. Anda bisa menentukan apakah brokoli segar atau tidak dengan memerhatikan bagian kepala brokoli. Kepala brokoli yang segar harusnya berwarna hijau tua.

Jangan memilih brokoli dengan kepala yang berwarna/bercorak kekuningan. Sebab, ini adalah tanda bahwa brokoli telah melewati masa segarnya dan akan berbunga. Brokoli dengan kondisi seperti ini biasanya memiliki tekstur yang agak keras.

  • Jangan memilih brokoli berkuntum sebesar kepala korek api

Hal lain yang harus Anda perhatikan ketika Anda memilih brokoli adalah dengan memerhatikan ukuran satuan kuntum brokoli tersebut. Apakah kuntum brokoli berukuran kecil dan membaur dengan yang lain, atau berukuran dengan besar dan terpisah sendiri-sendiri? Untuk brokoli yang ideal, seharusnya kuntum terlihat kecil-kecil dan merata. Ukuran satuan kuntum yang sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan kepala korek api menandakan bahwa brokoli berada pada kondisi paling segar dan prima.

Namun, tidak berarti bahwa Anda tidak disarankan untuk memilih brokoli yang berkuntum sangat kecil. Brokoli berkuntum kecil juga memiliki rasa yang sangat lezat. Nyatanya, kebanyakan brokoli beku yang dijual di supermarket berkuntum tidak besar.

  • Pilih brokoli dengan kepala yang kukuh

Tekstur brokoli yang Anda pilih sangatlah penting untuk diperhatikan. Brokoli terbaik adalah brokoli dengan tekstur renyah ketika digigit, dan brokoli terburuk adalah brokoli bertekstur kenyal dan lembut. Periksa tekstur brokoli dengan tangan Anda, bisa dengan meremasnya ataupun memutarnya secara perlahan. Brokoli yang baik harusnya bertekstur sedikit keras dan kukuh, tetapi tidak sampai benar-benar alot.

Jika Anda memutuskan untuk menanam brokoli sendiri, cara memanen brokolinya pun juga tak boleh sembarangan, petik brokoli di pagi hari akan jauh lebih baik. Ketika Anda membeli brokoli di pasar, brokoli yang disediakan telah dipetik dan dicuci untuk Anda sehingga Anda tidak perlu melakukannya lagi. Namun, jika menanam brokoli sendiri di rumah, Anda sendiri yang akan menentukan “bagaimana” dan “kapan” Anda akan memanen brokoli tersebut. Jadi, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kesegaran maksimal dari brokoli Anda.

Cara menyimpan brokoli

tidak mudah menyimpan sayuran, terutama brokoli. Teksturnya yang berkerut-kerut membuat susah membedakan mana brokoli yang masih segar dan mana yang tidak. Jika terlalu lama disimpan, kesegaran brokoli akan hilang. Brokoli yang tidak segar sudah barang tentu kadar gizinya berkurang. Untuk itu, perlu diketahui cara menyimpan brokoli agar kesegarannya tetap terjaga. Jangan sampai Anda asyik menikmati sayuran kesukaan tapi tidak ada satupun gizi yang bisa diserap tubuh.

Berikut adalah tujuh cara tepat untuk menyimpan brokoli agar tetap segar.
  • Keluarkan dari plastik

Tak ada kulkas bukan berarti brokoli tak bisa dinikmati. Kalau saat ini Anda tidak memiliki kulkas, itu bukan masalah. Keluarkan saja brokoli dari plastiknya lalu simpan di tempat yang kering, misalnya di keranjang. Kemudian tutup keranjang dengan menggunakan kertas atau kain agar terhindar dari jangkauan anak-anak, binatang, atau debu.

  • Celupkan air hangat

Brokoli akan tahan lebih lama jika disimpan dalam kulkas. Sebelum dimasukkan kulkas, periksa terlebih dahulu brokoli itu. Adakah ulat tersebut. Anda bisa lakukan dengan cara memasukkan brokoli dalam air hangat. Celupkan brokoli dengan krop mengarah ke bawah. Segera setelah ulat keluar, angkat brokoli dan kibaskan.

  • Masak segera

Brokoli yang sudah dipetik sebisa mungkin langsung dimasak sehingga Anda tidak akan kehilangan nilai gizi akibat sinar matahari. Sekalipun Anda harus menyimpannya untuk beberapa waktu, seperti pada poin satu dan dua, brokoli akan tetap terjaga kesegarannya dengan catatan jangan terlalu lama di dalam kulkas. Apalagi dengan temperatur yang sangat rendah.

  • Potong tangkai

Memotong tangkai dapat membuat brokoli tidak tumbuh saat Anda simpan. Jika tidak dipotong, dalam sehari brokoli akan mekar dan berwarna kuning! Oleh karena itu potong bonggol selebar 4 jari. Itu ukuran maksimal dimana bonggol masih boleh menempel pada bagian bawah brokoli. Selain itu, dengan bonggol yang pendek, akan memudahkan menyimpan dalam kulkas.

  • Bungkus dengan kantong plastik

Meskipun suhu kulkas bisa kita atur, tidak ada salahnya jika Anda tetap memasukkan brokoli ke dalam plastik. Tujuannya agar kelembapan tetap terjaga. Kalau dalam satu rak tersebut Anda tidak hanya menyimpan brokoli, berarti bahan makanan lain yang ikut tersimpan juga harus dibungkus dengan plastik. Supaya sayuran-sayuran di tempat tersebut tidak saling menyerap aroma satu sama lain, apalagi kalau salah satunya memiliki aroma yang sangat kuat, plastik yang digunakan sebaiknya berwarna hitam. Karena warna hitam kedap cahaya, metabolisme brokoli akan melambat sehingga warna hijau dan kesegarannya bisa dipertahankan lebih lama.

  • Jangan terlalu penuh

Walaupun kulkas Anda berukuran jumbo, usahakan tidak mengisinya hingga penuh. Dengan begitu, aliran udara dingin dari satu bahan ke bahan lain bisa lancar dan merata. 

Nah…. Itulah beberapa tips memilih serta menyimpan brokoli. Semmoga bermanfaat ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *