Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal, bagi sebagian orang penyuka cita rasa pedas ibarat obat penambah nafsu makan, dan tak lengkap rasanya makan tanpa sambal. Apalagi, sambal nusantara sangat variatif, tinggal pilih mau sambal mana yang sesuai dengan padanan masakannya. Variasi sambal dibedakan dari jenis sambal mentah atau segar dan sambal matang, yang ditumis, digoreng atau direbus. Beda salah satu bahan saja, akan mempengaruhi cita rasanya. Maka bisa dibayangkan, berapa banyak sambal yang kita miliki?

Ada beberapa sambal khas yang unik, karena pemakaian bahannya atau cara pembuatannya yang tidak dihaluskan. Sudah pernahkah mencicipi sambal-sambal unik ini belum?

Sambal Matah
Sambal khas dari Bali ini sedang populer, terbukti dengan banyaknya menu di resto-resto yang menyuguhkan sambal matah sebagai pelengkapnya. Mungkin karena rasa sambal matah yang luwes dijodohkan dengan aneka lauk.  Bahkan, sambal matah klop dimasak bersama pasta. Mirip pasta bumbu aglio olio. Kekhasan sambal matah bukan berupa sambal halus, melainkan bumbu iris. Bahannya terdiri dari irisan bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, serai dan daun jeruk mentah, lalu dilayukan dengan siraman minyak panas. Sebagai penyedapnya dibubuhi terasi matang, garam lalu diberi air jeruk nipis, sebagai pemberi rasa segar.

Sambal Dabu-dabu
Sekilas sambal asal Manado ini bahan-bahannya mirip dengan sambal matah, hanya beda bentuk potongannya. Cabai rawit merah, tomat merah dan bawang merah dipotong agak kasar, diberi air jeruk nipis, lalu disiram dengan minyak panas. Terkadang ada pula yang menambahkan daun kemangi. Sambal dabu-dabu sangat pas menemani ikan bakar.

Sambal Udeung atau Ganja
Sambal mentah dengan bahan-bahan cabai rawit, bawang merah, belimbing sayur yang dihaluskan, ditambah udang segar yang telah direbus atau ditumis sebentar lalu ditumbuk kasar bersama sambal halus. Bisa langsung disantap segar begitu saja, atau disiram dengan minyak panas sebagai sentuhan akhir. Begitu enaknya hingga bisa membuat ketagihan, maka seringkali sambal dari Aceh ini disebut sambal ganja. Sambal udeung biasa disantap bersama ayam tangkap atau sie reuboh (daging rebus).

Sambal Tempoyak
Lampung memiliki sambal yang sangat unik karena menggunakan tempoyak, yaitu fermentasi dari daging buah durian yang disimpan selama seminggu dalam toples. Cara membuat sambal tempoyak, cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih dihaluskan, lalu ditumis. Setelah bumbu harum, tempoyak dimasukkan, dan ditumis bersama.

Sambal Kutai
Sesuai namanya, sambal ini berasal dari Kutai, Samarinda, Kalimantan Timur. Cabai rawit merah, tomat dan terasi dihaluskan lalu ditumis hingga matang betul. Ada beberapa versi sambal kutai, versi sambal dicampur dengan tempe, kacang panjang, terung goreng atau versi dengan potongan telur rebus atau udang dan petai. Sambal kutai biasa disantap bersama nasi bakepor atau nasi liwet khas Kutai. Rasa sambal kutai pedas dan segar berkat pemakaian jeruk lemon cui.

Jadi, sudah pernah coba sambal yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *