Mengatur Anggaran Belanja Selama Ramadhan

Mengatur Anggaran Belanja Selama Ramadhan

Beberapa hari lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Tentunya ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, misalnya mulai menata hati dan diri, sampai melakukan persiapan fisik dan mental agar bulan puasa yang jatuh di awal bulan Mei 2019 ini dapat kita jalani dengan baik.

Ada juga persiapan lainnya yang tidak boleh kita lupakan, yaitu menyiapkan anggaran dan kondisi keuangan untuk menghadapi Bulan Ramadhan.  Salah satu anggaran yang harus dipersiapkan adalah anggaran belanja selama Ramadhan karena meski frekuensi kita makan selama bulan puasa berkurang, namun ada beberapa orang yang anggaran belanja dan ‘uang makan’ selama bulan puasanya justru membengkak.

Ada baiknya masalah anggaran ini sudah dipersiapkan sebelum bulan puasa dimulai. Diawali dengan menentukan prioritas dalam mengalokasikan penghasilan yang kita dapat karena selain anggaran belanja mingguan yang digunakan untuk makan dan minum biasanya bertambah, ada anggaran-anggaran lainnya yang juga harus dipersiapkan.

Misalnya saja membeli pakaian untuk anak dan keluarga, anggaran untuk mudik dan silaturahmi, sampai yang tidak kalah penting yaitu anggaran untuk bersedekah dan membayar zakat.

Dalam hal menganggarkan belanja mingguan, ada beberapa hal yang perlu kita ingat. Selama Ramadhan biasanya harga bahan pokok juga ikut naik. Untuk itu pertimbangkan dengan baik anggaran belanja mingguan selama Ramadhan. Ada baiknya bahan-bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan lain sebagainya dibeli sebelum bulan puasa dimulai.

Membuat rencana menu mingguan juga akan memudahkan kita untuk mengalokasikan sebagian penghasilan dalam membuat anggaran belanja mingguan. Ingat juga bahwa selama berpuasa kita mungkin akan beberapa kali berbuka puasa di luar. Hal ini tentu saja terhitung sebagai pengeluaran tambahan selama bulan puasa.

Setelah membagi-bagi pengeluaran, simpan terlebih dahulu uang untuk sedekah, membayar zakat, dan uang ‘THR’ untuk orangtua atau keponakan-ponakan dalam pos khusus. Begitu juga jika kita berencana untuk pulang kampung. Siapakan terlebih dahulu dananya, jangan sampai nanti sekembalinya mudik, anggaran kita jadi semakin menipis. Membuat anggaran selama bulan puasa merupakan salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Anggaran dengan pengeluaran reguler seperti yang dilakukan pada bulan-bulan lain sebaiknya tetap dijalankan dengan teratur. Jangan lupa untuk mengatur antara tagihan bulanan, investasi, tabungan, dan pengeluaran sehari-hari menurut prioritasnya masing-masing. Biasanya keinginan untuk berbelanja akan muncul saat bulan Ramadhan. Sebaiknya kita benar-benar dapat memilih dan memilih apa saja yang memang benar-benar dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *