Lima Kiat Belanja Bahan Pokok Agar Lebih Hemat

Lima Kiat Belanja Bahan Pokok Agar Lebih Hemat

Salah satu tantangan ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan keluarga adalah bagaimana bisa menghemat anggaran belanja kebutuhan pokok setiap bulannya. Di artikel kali ini akan dibahas lima kiat belanja bahan pokok di pasar tradisional. Juga tentang bagaimana memanfaatkan aplikasi belanja online agar belanja bahan pokok lebih hemat.

Sudah tahu bahan pokok apa saja yang harus ada di kehidupan sehari-hari kita? Selama ini kita mengenal ada sembilan bahan pokok utama yang harus ada dalam daftar belanja bulanan. Yang paling utama tentunya yang berkaitan dengan makanan pokok kita, yaitu beras. Selain beras, orang Indonesia juga tidak bisa lepas dari konsumsi minyak goreng, telur, gula pasir, garam, dan bawang merah atau bawang putih.

Biasanya bahan-bahan tersebut harus tersedia untuk kebutuhan selama satu bulan. Dengan mengetahui bahwa bahan pokok tersebut dibutuhkan setiap bulannya maka kita juga perlu menyiapkan anggaran khusus untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok tadi.

Berikut ini adalah lima kiat belanja bahan pokok agar lebih hemat :

  1. Manfaatkan pasar tradisional. Berbeda dengan bahan-bahan pokok yang dijual di supermarket, bahan pokok yang dijual di pasar tradisional relatif lebih murah karena tidak dikenai pajak. Jadi, salah satu cara untuk menghemat pengeluaran bulanan adalah dengan belanja di pasar tradisional. Selain soal harga, berbagai jenis serta kualitas bahan pokok tersedia di pasar tradisional. Kita bisa memilih jenis beras sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Selain itu, bahan pokok yang dijual di pasar juga tidak menggunakan kemasan bermerek, namun kualitasnya tetap bisa sebaik bahan pokok yang memiliki kemasan bermerek. Kita bisa membeli beras, gula pasri, atau minyak goreng tanpa merek dengan kualitas yang baik di pasar tradisional.
  2. Buat daftar belanja bahan pokok setiap bulannya. Kemudian tuliskan kuantitas yang habis dikonsumsi setiap bulannya. Dengan begitu, kita bisa mengetahui kuantitas bahan pokok yang dihabiskan setiap bulannya. Misalnya dalam seminggu kita memerlukan 15 kilogram beras.
  3. Sesuaikan anggaran belanja dengan jumlah kuantitas bahan pokok yang habis setiap minggunya. Misalnya, 15 kilogram beras seminggu berarti 60 kilogram sebulan.
  4. Buat hari khusus untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok. Usahakan tidak bersamaan dengan berbelanja kebutuhan lainnya. Bawalah jumlah uang yang sudah disesuaikan dengan anggaran belanja bahan pokok yang telah dihitung sebelumnya.
  5. Manfaatkan promo khusus yang ditawarkan oleh beberapa aplikasi belanja online. Tumbasin biasanya memberikan promo gratis telur apabila berbelanja dengan menggunakan aplikasinya.

Memanfaatkan Aplikasi Belanja Online Untuk Menghemat Anggaran Belanja Bahan Pokok

Tidak bisa dipungkiri bahwa belanja kebutuhan bahan pokok harus dilakukan setiap bulannya. Ada keuntungan tersendiri apabila kegiatan berbelanja tersebut berlangsung secara rutin. Salah satunya, kita bisa menentukan jadwal, kuantitas, dan anggaran yang sama tiap bulannya.

Dengan jadwal, kuantitas, dan anggaran yang relatif sama setiap bulannya, kita bisa memanfaatkan aplikasi belanja online untuk memangkas tambahan biaya yang tidak diperlukan. MIsalnya saja biaya atau ongkos transportasi menuju ke tempat belanja. Dengan menggunakan aplikasi belanja online di pasar tradisional, kita bisa memanfaatkan momen promosi gratis biaya ongkir pada saat-saat tertentu.

Tumbasin juga membantu pelanggan mendapatkan bahan-bahan pokok yang biasanyadi dapatkan di pasar tradisional tanpa perlu pergi ke pasar sendiri.  berbagai promo menarik juga gratis ongkir, dengan menggunakan aplikasi belanja online di pasar tradisional sebenarnya kita sudah memangkas biaya bensin, parkir, dan juga anggaran belanja lainnya yang tidak perlu. Biasanya saat berbelanja secara langsung, seringkali ada anggaran tambahan akibat gagal fokus saat berbelanja bulanan bahan pokok.

Itu tadi lima kiat belanja bahan pokok agar lebih hemat. Selamat mencoba, dan bagikan juga kiat belanja hemat bahan pokok versi ibu di kolom komentar, ya.