Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal, bagi sebagian orang penyuka cita rasa pedas ibarat obat penambah nafsu makan, dan tak lengkap rasanya makan tanpa sambal. Apalagi, sambal nusantara sangat variatif, tinggal pilih mau sambal mana yang sesuai dengan padanan masakannya. Variasi sambal dibedakan dari jenis sambal mentah atau segar dan sambal matang, yang ditumis, digoreng atau direbus. Beda salah satu bahan saja, akan mempengaruhi cita rasanya. Maka bisa dibayangkan, berapa banyak sambal yang kita miliki?

Ada beberapa sambal khas yang unik, karena pemakaian bahannya atau cara pembuatannya yang tidak dihaluskan. Sudah pernahkah mencicipi sambal-sambal unik ini belum?

Sambal Matah
Sambal khas dari Bali ini sedang populer, terbukti dengan banyaknya menu di resto-resto yang menyuguhkan sambal matah sebagai pelengkapnya. Mungkin karena rasa sambal matah yang luwes dijodohkan dengan aneka lauk.  Bahkan, sambal matah klop dimasak bersama pasta. Mirip pasta bumbu aglio olio. Kekhasan sambal matah bukan berupa sambal halus, melainkan bumbu iris. Bahannya terdiri dari irisan bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, serai dan daun jeruk mentah, lalu dilayukan dengan siraman minyak panas. Sebagai penyedapnya dibubuhi terasi matang, garam lalu diberi air jeruk nipis, sebagai pemberi rasa segar.

Sambal Dabu-dabu
Sekilas sambal asal Manado ini bahan-bahannya mirip dengan sambal matah, hanya beda bentuk potongannya. Cabai rawit merah, tomat merah dan bawang merah dipotong agak kasar, diberi air jeruk nipis, lalu disiram dengan minyak panas. Terkadang ada pula yang menambahkan daun kemangi. Sambal dabu-dabu sangat pas menemani ikan bakar.

Sambal Udeung atau Ganja
Sambal mentah dengan bahan-bahan cabai rawit, bawang merah, belimbing sayur yang dihaluskan, ditambah udang segar yang telah direbus atau ditumis sebentar lalu ditumbuk kasar bersama sambal halus. Bisa langsung disantap segar begitu saja, atau disiram dengan minyak panas sebagai sentuhan akhir. Begitu enaknya hingga bisa membuat ketagihan, maka seringkali sambal dari Aceh ini disebut sambal ganja. Sambal udeung biasa disantap bersama ayam tangkap atau sie reuboh (daging rebus).

Sambal Tempoyak
Lampung memiliki sambal yang sangat unik karena menggunakan tempoyak, yaitu fermentasi dari daging buah durian yang disimpan selama seminggu dalam toples. Cara membuat sambal tempoyak, cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih dihaluskan, lalu ditumis. Setelah bumbu harum, tempoyak dimasukkan, dan ditumis bersama.

Sambal Kutai
Sesuai namanya, sambal ini berasal dari Kutai, Samarinda, Kalimantan Timur. Cabai rawit merah, tomat dan terasi dihaluskan lalu ditumis hingga matang betul. Ada beberapa versi sambal kutai, versi sambal dicampur dengan tempe, kacang panjang, terung goreng atau versi dengan potongan telur rebus atau udang dan petai. Sambal kutai biasa disantap bersama nasi bakepor atau nasi liwet khas Kutai. Rasa sambal kutai pedas dan segar berkat pemakaian jeruk lemon cui.

Jadi, sudah pernah coba sambal yang mana?

Variasi Masakan Cara Mengolah Telur Segar

Variasi Masakan Cara Mengolah Telur Segar

Telur merupakan sumber bahan pangan yang disuka banyak orang. Tak hanya lezat, telur juga mudah diolah dan divariasikan. Selain sebagai lauk utama, kehadiran telur juga penting sebagai lauk pelengkap, seperti pada soto atau bubur ayam. Dalam hal kandungan nutrisinya, hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh untuk hidup sehat ada di dalam telur. Mulai dari protein (12,8%-13,1%), lemak (11,5%-14,3%), hingga komponen lain seperti karbohidrat, kalsium dan fosfor. 

Seperti halnya bahan pangan segar lain, telur pun mudah rusak dan busuk. Karena itulah berkembang teknik pengawetan telur, mulai dari yang paling sederhana seperti telur asin dan telur pitan, hingga yang membutuhkan teknologi tinggi seperti tepung telur (egg powder)  dan telur cair (liquid egg). Bentuk olahan telur berteknologi tinggi ini umumnya diperjualbelikan di tingkat industri. Sedangkan telur olahan sederhana lebih mudah ditemukan di pasaran.

Telur Asin

Merupakan olahan telur segar yang diasinkan menggunakan garam sebagai bahan utama. Garam masuk melalui pori-pori kulit telur, menuju bagian putih telur hingga kemudian ke bagian kuning telur. Pembuatan telur asin membutuhkan garam dalam konsentrasi yang cukup tinggi.  Semua jenis telur bisa diasinkan, namun yang paling umum dan mudah dijumpai di pasaran adalah telur asin dari telur itik/bebek. Ada 2 teknik pengasinan telur, yaitu basah dan kering. Teknik pengasinan basah dilakukan dengan cara merendam telur dalam larutan garam pekat (garam: air = 1: 4) selama 10-15 hari. Telur asin yang dibuat dengan teknik ini teksturnya cenderung lembek dan berair. Teknik kedua dengan membalut permukaan kulit telur dengan adonan batu bata atau abu gosok atau lumpur tanah yang telah dicampur dengan garam (3:1) dan didiamkan selama 10-15 hari. Teknik ini lebih umum digunakan karena menghasilkan telur asin yang tidak berair dan lebih masir. Telur asin yang dihasilkan masih dalam kondisi mentah dan harus direbus dulu untuk bisa dikonsumsi.

Telur Pitan

Jenis telur segar olahan ini asalnya dari negeri Cina. Sangat unik karena bagian putih telurnya berubah wujud menjadi seperti jeli transparan berwarna cokelat. Warna kuning telurnya pun berubah menjadi abu-abu kehitaman. Di luar negeri, telur ini dikenal dengan nama century egg atau a thousand year egg. Proses pembuatannya mirip dengan pembuatan telur asin. Hanya waktu pemeraman dan komposisi adonan pembalutnya yang berbeda, yaitu menggunakan campuran tanah liat, sekam padi dan abu yang ditambah dengan sendawa atau kapur sirih yang bersifat alkali/basa. Pemeraman dilakukan selama 50-100 hari.

Telur Pindang

Memindang telur pada prinsipnya juga merupakan salah satu teknik pengawetan telur. Memanfaatkan kombinasi perebusan dan penggaraman dengan menambahkan bahan-bahan antara lain daun jambu biji, kulit bawang merah ataupun teh. Cara tradisional ini membuat senyawa tanin yang ada pada bahan-bahan tersebut  mengubah protein di dalam telur sehingga telur pindang rebus lebih awet dibandingkan telur rebus biasa. Kulit telur pindang akan berubah warna menjadi kecokelatan dan beroma khas. Jenis telur yang biasa dipindang adalah telur ayam. Sedangkan telur itik/bebek tidak umum dipindang karena warna kulit yang dihasilkan kurang disuka.

Cara Membuat Saus Telur Asin Sendiri

Cara Membuat Saus Telur Asin Sendiri

Saus telur asin sedang digandrungi. Apapun jadi lebih lezat saat dibalut saus creamy berwarna kuning keemasan ini. Mulai dari udang, ayam, ikan, cumi, kepiting, hingga tahu yang digoreng pun jika diberi tambahan judul salted egg alias telur asin, pasti langsung makin menggiurkan. Mau bikin saus telur asin sendiri di rumah? Bisa, kok! Berikut langkah-langkah untuk membuat saus telur asin:

  1. Pilih telur asin matang yang masir (seperti berpasir) agar cita rasanya lebih gurih dan creamy.
  2. Gunakan hanya bagian kuningnya saja.
  3. Hancurkan kuning telur hingga benar-benar halus agar tekstur sausnya menjadi halus dan lembut
  4. Gunakan mentega atau margarin untuk memasak saus telur asin untuk mendapatkan cita rasa sedap dan harum.
  5. Tidak perlu menggunakan banyak bumbu karena saus telur asin sudah memberikan cita rasa yang kuat. Cukup menambahkan sedikit  bawang putih cincang jika diperlukan. Ingin pedas? Tambahkan irisan cabai rawit merah. 
  6. Masak saus telur asin dengan api kecil hingga berbusa. Jaga jangan sampai saus menjadi gosong karena akan memberi after taste pahit.
  7. Tambahkan sedikit susu cair putih untuk menghasilkan saus telur asin yang lebih encer,  creamy, dan lembut. Bisa juga menggunakan susu bubuk, tetapi harus menambahkan air agar tekstur saus tidak terlalu kental. 
  8. Koreksi rasa dengan tambahan garam, gula, dan merica bubuk sesuai selera.

Mudah bukan? Selamat mencoba!

Membawa Bekal Untuk Berpergian Jauh

Membawa Bekal Untuk Berpergian Jauh

Membawa bekal makanan dari rumah merupakan cara jitu untuk menghemat pengeluaran kala bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Selain itu, bekal ini juga sebagai antisipasi bila lidah tidak cocok dengan makanan setempat. Apa saja pilihan dan trik agar makanan yang dibawa tak berkurang kenikmatannya? Simak ulasan tumbasin.id berikut ini:

  • Jenis makanan
  1. Pilih makanan yang tidak perlu dipanaskan, mengingat minimnya peralatan masak saat menginap di hotel. Lauk kering siap makan, adalah pilihan yang tepat. 
  2. Lauk kering yang bisa menjadi pilihan diantaranya adalah rendang kering, kering kentang, kering teri, dan abon.
  3. Orang Indonesia seringkali tak nikmat makan tanpa sambal. Supaya santapan makin nikmat, bawalah sambal kemasan tradisional dalam botolan yang saat ini sangat banyak dijual di pasaran.
  • Cara penyimpanan
  1. Jaga makanan perbekalan agar kualitasnya tetap prima. Caranya, simpan makanan dalam wadah kedap udara. Setelah kosong, wadah ini dapat dimanfaatkan untuk membawa oleh-oleh makanan.
  2. Bila tidak mau repot membawa wadah, bawalah karet atau penjepit plastik untuk membungkus makanan yang berlebih.
  3. Sebaiknya kemasan makanan tidak terlalu besar, sehingga tidak perlu disimpan terlalu lama. Akan lebih baik bila porsi dan kemasannya disesuaikan untuk sekali makan.
  • Peralatan Praktis
  1. Bawalah peralatan makan standar dari rumah untuk jaga-jaga jika di tempat menginap tidak tersedia peralatan makan. Tentunya pilih piring dan sendok makan berbahan plastik, karena ringan dan tidak mudah pecah.
  2. Untuk makan saat berada di luar penginapan, bisa dengan membawa wadah bekal. 
  3. Magic jar ukuran mini khusus untuk travelling, akan membantu saat memasak nasi. Jangan lupa membawa berasnya juga agar tak repot membeli beras di tempat tujuan.
Kiat-kiat Mengolah Seafood Agar Bumbunya Meresap

Kiat-kiat Mengolah Seafood Agar Bumbunya Meresap

Kebanyakan orang sering bermasalah saat mengolah seafood sehingga malas memasaknya di rumah. Ikan yang hancur saat digoreng atau dipanggang, bumbu yang kurang meresap, cumi yang alot setelah dimasak dan lain-lain. Jangan langsung berhenti  menyajikan hidangan berbahan seafood untuk keluarga karena kandungan gizinya sangat baik bagi tubuh. Simak kiat-kiat berikut agar sukses menyajikan hidangan berbahan seafood yang menggiurkan.

  • Jangan terlalu cepat membalik badan ikan saat sedang digoreng atau dipanggang. Tunggu hingga satu sisinya benar-benar matang, baru dibalik. Saat sudah matang, kulit dan daging ikan menjadi lebih padat dan kering sehingga tidak mudah hancur saat dibalik.
  • Jika ingin menggoreng garing ikan berukuran kecil, seperti ikan mas atau mujair, gunakan api kecil saat memasak. Memang membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya pasti memuaskan.
  • Pastikan bakaran ikan sudah benar-benar panas saat akan meletakkan ikan yang hendak dibakar agar kulit ikan tidak menempel dan sobek.
  • Saat akan digoreng atau dipanggang, kerat-kerat badan ikan yang berukuran besar sebelum dibumbui agar bumbu dapat meresap sempurna.
  • Potongan daging cumi tidak hanya berbentuk cincin. Potong daging cumi, kerat menyilang  tidak putus permukaan dalamnya, dan saat dimasak bentuknya akan menggulung dan motif silang akan membuat tampilannya lebih menarik.
  • Cumi dan udang tidak membutuhkan waktu lama untuk dimasak. Jika terlalu lama, daging cumi justru akan menjadi alot/liat dan daging udang akan kehilangan juiceness-nya sehingga menjadi padat dan keras. Masukkan cumi atau udang di akhir proses memasak agar tidak terlalu lama dimasak.
  • Jika ingin membuat olahan udang yang membutuhkan tampilan udang yang warnanya lebih merah, pilih udang segar yang kulitnya berwarna lebih hitam. Saat dimasak, dagingnya akan menjadi lebih merah.
  • Udang yang berukuran agak besar dapat diolah menjadi beberapa macam bentuk, misalnya dibelah punggung (saat matang udang akan melingkar), ditusuk memanjang (saat matang udang akan tetap lurus memanjang), atau dikupas namun disisakan ekor. Variasi bentuk ini membuat tampilan sajian lebih beragam.

Sekilas memang cukup repot untuk mengolah seafood, tetapi jika sudah terbiasa maka akan lebih mudah untuk menyajikan beragam olahan seafood yang selalu lezat.

Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah yang Tak Tergantikan

Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah yang Tak Tergantikan

Indonesia terkenal dengan kekayaan kulinernya, sebab itu banyak sekali masakan khas Indonesia yang disukai oleh masyarakat dunia. Di saat Orang-orang Indonesia lebih sering memakan spaghetti dan masakan luar negeri yang lainya. Ternyata ada lho jajanan tradisional asal Jawa yang rasanya tidak kalah sama makanan luar, selain itu murah dan mudah didapatkan di jalanan. Berikut jajanan pasar yang banyak digemari masyarakat indonesia :

  • Arem-arem

Arem-arem ini merupakan makanan khas Kebumen. Mirip Dengan sushi di Jepang, bedanya sushi menggunakan isian daging mentah sementara arem-arem menggunakan daging ayam matang yang sudah dihaluskan bersama sambal. Arem-arem ini disajikan dengan bungkus pisang paling enak disantap dalam keadaan panas. Sangat pas untuk mengganjal perut saat lapar.

  • Kue Coro Bikan

Bentuknya mirip dengan bunga yang sudah mekar dengan pewarna merah yang jadi penghiasnya. Biasanya kue ini disajikan saat acara hajatan seperti pernikahan. Kue ini terbuat dari bahan tepung yang dicampur dengan gula pasir, santan, dan pewarna yang dituangkan dalam cetakan berbentuk bunga. Paling nikmat disantap saat hangat.

  • Lumpia

Kalau mampir ke semarang jangan lupa beli jajanan tradisional ini. Lumpia terbuat dari lapisan gandum yang berisi sayuran dan suiran daging ayam atau hewan laut. Lumpia mempunyai 2 jenis yaitu lumpia basah dan lumpia kering yang perbedaannya terletak pada lapisan gandumnya saja.

  • Wajik

Jajanan yang satu ini sangat populer bagi masyarakat Jawa, khususnya saat acara pernikahan, pasti si wajik ini akan dipilih sebagai menu kudapannya. Terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan gula jawa. Sensasi sekali gigitnya….maknyuss deh.

  • Gethuk

Jajanan ini ketika dimakan benar-benar lembut di mulut selain itu juga mengenyangkan. Gethuk banyak ditemui di Jawa Tengah dan Jogja biasanya dijual di pasar tradisional atau di jalan raya. Gethuk terbuat dari singkong atau ketela yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan gula dan pewarna.

  • Klepon

Bentuknya menyerupai bola berambut, biasanya dijual di pasar tradisional. Si klepon ini selain punya bentuk yang imut juga mempunyai rasa yang enak. Terbuat dari tepung beras ketan yang didalamnya ada gula Jawa cair, membuat si klepon ini pantas dijuluki vulcanonya Indonesia. Sekali menggigit klepon pasti membuat ketagihan untuk mencicipinya lagi

  • Jenang

Sepintas jajanan ini memang seperti dodol namun bila dicermati, jenang mempunyai tekstur yang lebih lembut dibanding dodol. Jenang merupakan jajanan populer kota Kudus namun bisa ditemukan di banyak kawasan daerah Jawa lainnya. Harganya yang murah serta rasanya yang manis membuat banyak pelancong memburunya sebagai oleh-oleh.

  • Cenil

Hampir mirip dengan klepon secara tampilan, namun cenil bahan utamanya berasal dari tepung kanji yang dibentuk lonjong atau kotak-kotak kecil. Cenil hadir dengan warna-warni yang beragam disertai parutan buah kelapa yang siap menggoyang lidah siapa saja yang memakannya.

  • Kue Mendut

Jajanan khas kota Solo yang jika dimakan terasa kenyal-kenyal di mulut apalagi disiram dengan kuah santannya pokoknya nikmat deh. Si kue mendut ini terbuat dari tepung beras yang didalamnya diberi isian gula Jawa dan disajikan pada mangkuk yang terbuat dari daun pisang yang diberi kuah santan.

  • Sego Tiwul

Dulu masyarakat Jawa utamanya di pedesaan sering memakan jajanan yang terbuat dari singkong ini untuk menggantikan nasi yang sulit didapatkan. Sego tiwul sangat enak dimakan dengan ikan tongkol dan sambal.

Jadi Mana nih  jajanan pasar favoritmu?

Seni Berbelanja di Pasar Tradisional

Seni Berbelanja di Pasar Tradisional

Pasar tradisional saat ini memang masih bertahan diantara banyaknya supermarket yang lebih modern. Mungkin bayangan yang ada di kepala jika mendatangi pasar tradisional pasti becek, kotor, aroma tidak sedap dan susah dapat parkiran. Sejak zaman dulu pasar tradisional memang salah satu tempat belanja yang paling pas untuk ibu rumah tangga membeli bahan baku. Pasti banyak yang kala itu masih kecil sering diajak ibu atau ayah untuk belanja di pasar tradisional.

Tapi dengan kamu yang milenial belanja di pasar tradisional ada seninya dan banyak untungnya lho. Kira-kira apa saja ya? Tumbasin.id sudah merangkum apa saja yang bisa didapatkan saat belanja di pasar tradisional.

Untuk yang sering belanja di supermarket terkadang menemukan kualitas barang sudah tidak segar atau terlalu mahal. Berbeda jika belanja di pasar tradisional, barang-barang yang dijual memang kebanyakan masih segar. Mulai dari buah, sayur mayur hingga daging dan ikan, pasti bakal banyak menemukan item-item tersebut masih segar. Biasanya si pedagang akan menyediakan barang jualannya dengan kualitas yang bagus.

Belanja di pasar tradisional bisa tawar-menawar

Nah, selain itu kalau belanja di pasar tradisional bisa tawar-menawar. Memang inilah seninya kalau belanja di pasar tradisional bisa saling tawar-menawar. Tawar-menawar emang udah lama terjadi sejak dulu. Di sini sistem tawar menawar salah satu cara yang sering terjadi kalau belanja di pasar tradisional.

“Bang ini berapa harganya sekilo?”, “Sekilonya Rp 25 ribu buk”, “Rp 20 ribu aja bang, boleh ya?”. Nah, interaksi seperti ini sering terjadi saat berbelanja di pasar tradisional.

Biasanya kalau belanja dengan tawar-menawar, ketika pulang ke rumah membawa barang belanjaan pasti senang karena dapat harga yang murah. Sementara di supermarket, hal tawar-menawar seperti di pasar tradisional tidak akan terjadi. Kita hanya bisa melihat label harga yang sudah tertera di setiap item jualannya.

Bisa belanja dalam jumlah kecil dan murah

Belanja di pasar tradisional juga sangat menguntungkan bagi yang ingin membeli dalam jumlah kecil. Kalau membeli dalam jumlah kecil pastinya harganya tidak mahal. Seninya belanja di pasar tradisional adalah pembeli dan pedagang bisa langsung berinteraksi. Hal ini jarang ditemui ketika berbelanja di supermarket yang saat ini sudah menjamur.

Meskipun tidak ada promo layaknya supermarket, belanja di pasar tradisional jika sudah kenal dengan satu pedagang biasanya ia akan memberikan harga dagangannya lebih murah daripada yang tidak kenal alias bukan langganan. Hal ini cukup menguntungkan untuk mengirit dompet sehingga pengeluaran tidak membengkak setiap bulannya.

Menelusuri lorong-lorong area pasar juga menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Mengapa? Ya, karena bisa memilih dari satu pedagang ke pedagang lainnya. Misalkan ketika ingin membeli buah dalam jumlah kiloan atau sedikit, biasanya “si abang” memperbolehkan “si pembeli” membeli dalam jumlah sedikit. Tapi ya jangan sedikit-sedikit banget ya nanti “si abang” bisa cemberut lho.

Uang kembalian langsung dari pedagang

Belanja di pasar tradisional memang harus menyiapkan uang cash dan biasanya penjual akan menyiapkan uang kembalian. Bedanya kalau di supermarket tidak akan menemukan hal seperti ini. Biasanya saat belanja di supermarket kita menuju ke kasir untuk melakukan transaksi pembayaran semua barang belanjaan.

Selain itu, ketika belanja di pasar tradisional kita harus memperhatikan timbangan si penjual. Pintar-pintar dalam memilih penjual ketika belanja di pasar tradisional. Jangan sampai rugi dengan barang belanjaan yang sudah dibeli.

Nah, sudah tahu dimana seninya belanja di pasar tradisional? Untuk kamu yang ingin merasakan belanja di sana harus tahu seluk-beluk cara menawar dengan pintar. Jangan sampai kamu sudah membeli barang belanjaan di satu pedagang tetapi pedagang lainnya menjual dengan harga yang murah. Manfaatkanlah cara belanja dengan tawar-menawar.

Dan biasanya pedagang pasar tradisional akan menjual barang dagangan lebih lengkap bahkan yang tidak ada di supermarket. Jadi selamat menikmati belanja di pasar tradisional.

Namun, bagaimana jika aktivitas berbelanja di pasar tradisional ini terkendala oleh waktu dan jarak. Banyak ibu bekerja yang gemar berbelanja ke pasar tradisional, namun tidak lagi memiliki waktu. Atau ibu rumah tangga yang ingin berbelanja ke pasar tradisional, tetapi jarak pasarnya jauh?

Tumbasin hadir untuk membantu para ibu mendapatkan manfaat belanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah.

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, hampir semua permasalahan sehari-hari dapat dicari solusinya. Tidak terkecuali dengan permasalahan yang melanda kaum ibu. Jika berbelanja di pasar tradisional masih menjadi pilihan utama karena berbagai kelebihan dan keuntungannya maka solusi waktu dan jarak dapat diatasi dengan sebuah aplikasi belanja online di pasar tradisional yang memungkinkan para ibu tetap mendapatkan manfaat yang sama seolah berbelanja sendiri ke pasar tradisional.

Aplikasi berbelanja online di pasar tradisional, tumbasin, berusaha untuk selalu mengedepankan manfaat-manfaat yang bisa didapatkan oleh pelanggan yang terbiasa mendapatkan manfaat berbelanja langsung di pasar tradisional. Misalnya saja dalam hal menjaga kualitas produk atau bahan pangan yang dijual melalui aplikasi. Tumbasin memiliki tim quality control utuk memastikan produk dan bahan pangan yang dipilih segar dan berkualitas.

Hal tersebut tentunya ditunjang oleh keahlian tim pasar dalam menjaring pedagang dengan komoditi yang layak jual dan sesuai standar. Hasilnya, bahan pangan dan produk makanan yang dijual adalah yang sudah terpilih kualitasnya. Begitu pun soal harga, tumbasin berusaha semaksimal mungkin menciptakan nilai yang saling menguntungkan antara pedagang dan pembeli.

Jika berbelanja di supermarket harus terlebih dahulu menunggu jam buka maka dengan aplikasi Tumbasin, pembeli bisa berbelanja bahkan satu hari sebelumnya. Jika sebelumnya pembeli harus meluangkan waktu, mencari tempat parkir di pasar maka dengan aplikasi tumbasin, pembeli tetap mendapatkan manfaat berbelanja ke pasar tradisional tanpa harus keluar rumah. Bahan pangan atau bahan masakan akan diantarkan ke rumah sesuai dengan hari pemesanan.

Jadi, tertarik untuk segera menikmati kemudahan berbelanja di pasar tradisional dengan segudang manfaatnya? Bagi pengalaman ibu menggunakan aplikasi tumbasin di kolom komentar, dan dapatkan berbagai kesepakatan menarik seperti halnya saat berbelanja di pasar tradisional.

Cara Efektif Menghilangkan Bau Amis Telur dari Peralatan Masak

Cara Efektif Menghilangkan Bau Amis Telur dari Peralatan Masak

Dari sekian banyak resep makanan yang sering dimasak di rumah, telur menjadi salah satu bahan yang paling sering digunakan. Mulai dari membuat menu utama seperti telur balado hingga membuat kue. Meski rasanya enak dan penuh gizi, namun telur memiliki bau amis yang cukup kuat dan susah hilang jika sudah menempel di tangan, tempat cuci piring, hingga peralatan masak.

Bagi sebagian orang, bau amis pada telur yang kurang mengenakkan ini dianggap mengganggu. Memang bau amis yang sering dikeluarkan telur bisa mengganggu bagi orang yang tidak tahan terhadap bau-bauan. Namun tak perlu khawatir karena bau telur bisa dihilangkan dengan berbagai cara. Berikut ini ada berbagai cara efektif untuk menghilangkan bau telur di peralatan masak yang bisa dicoba di rumah masing-masing.

Garam

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menaburkan garam di peralatan masak yang berbau amis dari telur. Biarkan selama beberapa menit, lalu bilas alat masak tadi dengan air mengalir. Bau amis pun seharusnya sudah hilang. Kemudian cucilah peralatan masak tersebut seperti biasa sebelum disimpan kembali.

Air Jeruk Nipis

Cara lainnya bisa dengan menuangkan air perasan jeruk nipis pada peralatan masak yang memiliki bau amis, biarkan beberapa menit lalu kemudian bilas dengan air hingga bersih. Bau amis khas telur pun seharusnya sudah hilang karena jeruk nipis dikenal mampu hilangkan berbagai bau tak sedap pada peralatan dapur. Selain itu, jeruk nipis juga bisa memberi aroma segar pada peralatan masak.

Cuka

Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan cuka. Tuangkan cuka secukupnya di peralatan masak yang berbau telur. Biarkan sebentar hingga bau amis hilang, lalu bilas peralatan masak tadi dengan air hingga tidak ada cuka yang tersisa.Setelah itu lanjutkan dengan mencuci peralatan masak tadi seperti biasa.

Baking Soda

Sediakan tempat yang cukup besar untuk meletakkan peralatan masak yang berbau telur, misalnya ember, baskom besar maupun wastafel cuci piring. Kemudian isi ember, baskom atau wastafel dengan air lalu beri tambahan baking soda. Setelah itu, rendam peralatan masak yang berbau telur ke dalam air tadi. Biarkan selama beberapa saat lalu cuci seperti biasa dengan sabun pencuci piring dan bilas hingga bersih.

Ternyata tidak susah untuk menghilangkan bau amis telur pada peralatan masak bukan? Ketika memasak dengan bahan dasar telur, gunakan salah satu cara diatas untuk mencuci piring dan peralatan dapur lainnya yang berbau amis khas telur. Jadi jangan sampai kapok menggunakan telur untuk memasak berbagai menu makanan untuk keluarga. Yuk, memasak banyak masakan enak dan bergizi untuk keluarga tanpa harus mengkhawatirkan piring kotor dan bau yang mungkin timbul!

Mencukupi Gizi Keluarga dengan Budget Minim

Mencukupi Gizi Keluarga dengan Budget Minim

Dilema rasanya ketika ingin makan makanan bergizi tetapi harganya mahal. Sebut saja salmon, tuna, daging sapi, atau sekadar oats, harganya juga mahal. Jika dibandingkan dengan mengkonsumsi ikan lele, kikil sapi, atau sarapan dengan nasi goreng saja, pasti jauh lebih murah, tetapi gizinya memang tidak sebanding. Galau lagi jika harus mencukupi gizi seluruh anggota keluarga. Ada anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, pasti asupan gizi harian menjadi hal wajib untuk dicukupi. Tentu ini membuat kita harus memutar otak, bagaimana agar gizi anak dan seluruh keluarga tercukupi, tapi tidak sampai bikin kantong jebol.

Urusan kesehatan keluarga pasti menjadi prioritas nomor satu. Makanan bergizi menjadi perhatian untuk bisa dipenuhi. Kebutuhan gizi harian setiap individu memang berbeda-beda. Tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan juga aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Jika diambil angka rata-rata, kebutuhan protein orang dewasa yang berumur 28-35 tahun adalah sebanyak 65 gram/hari. Untuk anak yang berusia 1-3 tahun, kebutuhan akan protein sebanyak 26 gram/hari.

Lalu, bagaimana agar keluarga kita tetap bisa mengkonsumsi makanan bergizi dengan budget rendah, sehingga asupan gizi keluarga tetap tercukupi tapi juga tidak membebani keuangan keluarga? Tumbasin.id punya 5 (lima) tips yang bisa diterapkan. Simak ulasan berikut ini!

Memasak sendiri di rumah

Ketika kita memasak sendiri di rumah, selain lebih hemat juga lebih sehat. Kita bisa mengatur sendiri berapa banyak gizi yang diperlukan oleh seluruh anggota keluarga. Makanan yang dimasak, pasti lebih terjamin mutu serta kebersihannya. Kita hanya perlu menjadi kreatif untuk mengolah bermacam menu sehat dari bahan makanan bergizi tinggi. Jika kamu bekerja dan tidak sempat memasak setiap hari, kamu bisa melakukannya disaat weekend. Untuk kamu yang sempat memasak setiap hari, lebih baik untuk mengolah bahan makanan menjadi beberapa masakan sekaligus. Lalu bisa dibuat dalam porsi besar yang bisa dimakan untuk 2-3 kali dalam sehari. Hanya tinggal dipanaskan kembali sesaat sebelum waktu makan tiba. Karena selain lebih hemat waktu, juga bisa meminimalkan limbah bahan pangan.

Membuat perencanaan daftar belanja

Perencanaan adalah kunci berhemat. Sehingga bukan tidak mungkin bagi kita untuk bisa mengonsumsi makanan bergizi dengan budget kecil. Kita hanya perlu merencanakan daftar belanjaan untuk satu minggu atau bahkan satu bulan. Jika punya tempat penyimpanan (freezer) yang lebih besar, lebih baik membeli bahan makanan sekaligus dalam jumlah yang banyak. Kecuali untuk buah dan sayur-sayuran yang tidak bisa tahan lama. Juga perlu diingat, sebelum membuat daftar belanja, pastikan telah menginventarisasi isi kulkas. Jadi, hanya tinggal membeli kekurangannya saja dari bahan yang masih ada di kulkas. Tujuannya agar tidak ada bahan makanan yang tersisa atau lupa diolah.

Cari harga terbaik

Jika kita ingin berhemat, cobalah membeli bahan makanan langsung di pasar tradisional. Atau bisa berbelanja di swalayan dan supermarket yang sedang menawarkan promo diskon untuk bahan makanan yang paling mahal ada di daftar belanjaan. Seperti daging sapi dan ikan yang mengandung protein tinggi. Jika perlu, bandingkan harga di beberapa supermarket dengan melihat selebaran daftar produk yang sedang diskon. Kamu juga bisa belanja bahan makanan di tumbasin.id. Selain harga yang kompetitif, kualitas produk tidak kalah saing dengan produk supermarket loh!

Pintar memilih bahan makanan yang tidak menguras dompet

Sebenarnya masih banyak bahan makanan bergizi yang bisa didapat dengan harga murah. Misalnya, kita bisa selang-seling antara protein hewani dan nabati. Tidak harus setiap hari makan daging sapi, kalau bisa diganti dengan bahan makanan lain yang juga tinggi protein. Seperti telur dan juga tempe. Kacang-kacangan seperti almond dan lentil juga memiliki kandungan gizi yang sangat banyak. Selain itu, banyak ragam jenis sayur-sayuran yang bisa dikonsumsi karena bergizi tinggi terlebih sayuran hijau.

Pintar mencari tempat makan murah namun menjual menu bergizi

Sesekali bolehlah jajan di luar, menikmati makanan sehat di tempat makan favorit. Kita hanya harus pintar memilih tempat makan yang menyediakan menu sehat. Memastikan bahwa tempat makan tersebut mengolah menu makanannya dari bahan-bahan yang masih segar. Terlebih yang harganya murah atau sedang menawarkan promo diskon.

Selain kelima tips di atas, tidak lupa juga untuk banyak minum air putih. Karena bagaimana pun, air juga termasuk kebutuhan gizi yang harus dipenuhi setiap harinya. Ini sumber gizi yang paling murah dan sangat mudah didapat. Tubuh orang dewasa membutuhkan asupan air putih sebanyak 2,6 liter per harinya. Sedangkan kebutuhan air untuk balita mencapai 1,5 liter per hari. Jadi jika mau kebutuhan gizi harian keluarga kita tercukupi, bisa mulai dari hal yang terkecil dulu. Pastikan bahwa keluarga kita telah minum air cukup setiap harinya sesuai standar yang telah ditetapkan.

So, selamat mencoba! Terus sehat untuk kita dan keluarga.

Memilih Sayuran yang Segar dan Menyehatkan

Memilih Sayuran yang Segar dan Menyehatkan

Kebutuhan nutrisi bagi tubuh sejatinya adalah satu keharusan, salah satu sumber nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh kita adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa yang tidak menyukai sayur. Terdapat berbagai cara untuk menyajikan sayuran ke dalam menu sehari-hari. Untuk dapat mengolah sayur ke dalam aneka sajian, tentunya diperlukan sayuran yang terjaga kesegarannya. Berikut cara memilih sayuran segar

  1. Perhatikan warnanya, pilihlah warna yang terlihat masih cerah, alias tidak kusam. Jangan memilih sayuran hijau yang sudah menguning dan layu.
  2. Untuk sayuran berbentuk daun, perhatikan bentuknya dengan melihat tekstur dan kesempurnaan fisik, pilihlah sayuran yang tidak sobek dan kusut. Namun, jika sayuran tersebut cacat karena termakan ulat, maka hal tersebut tidak jadi masalah karena diyakini sayuran tersebut tidak mengandung pestisida yang berlebihan.
  3. Untuk umbi-umbian maka yang perlu anda perhatikan adalah teksturnya yang masih keras atau tidak gembur atau lunak. Pilihlah umbi-umbian yang masih kesat atau tidak berlendir.
  4. Jika memungkinkan, pilih sayuran hidroponik. Cirinya, memiliki akar yang panjang. Pada umumnya tanaman ini dipelihara dalam rumah kaca tertutup sehingga jarang terserang hama, yang berarti akan sangat kecil kemungkinan dalam penggunaan pestisida.
  5. Perhatikan secara cermat, jangan pilih sayuran dengan bercak putih, karena dimungkinkan bercak tersebut adalah bekas penyemprotan pestisida yang sudah mengering dan menempel pada sayuran. Kiat lain untuk memilih sayuran segar yang sehat juga dapat dilihat disini https://bacaterus.com/cara-memilih-sayuran-yang-baik/

Selain sayuran, buah juga diidentikkan sebagai pendamping sayuran dalam sajian makanan. Mengonsumsi buah pun disarankan untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin. Seperti sayuran, memilih buah juga merupakan hal yang penting. Berikut kiat memilih buah yang segar:

  1. Pilihlah buah yang masih segar dan terlihat tidak layu.
  2. Hindari memilih buah yang mengkilap pada kulitnya (buah impor) karena kemungkinan besar buah tersebut sudah terlapisi oleh lilin yang sangat tipis, biasanya ditemukan di buah apel.
  3. Pilihlah buah yang sudah masak pohon, alias tidak masak karena dipacu setelah buah dipetik dari pohon (dikarbit).
  4. Belilah buah saat sedang musimnya, selain harga terjangkau juga tentunya kita akan leluasa memilih buat terbaik karena jumlahnya yang melimpah di pasaran.
  5. Hindari membeli buah dan sayur di tempat-tempat wisata, karena pada umumnya pedagang melakukan praktek jual beli yang tidak sehat.

Semoga tips ini dapat menjadi perhatian dalam memilih buah dan sayur yang akan kita konsumsi, dan yang tak kalah penting adalah ; usahakan kita membeli sayur dan buah di tempat biasa kita membelinya atau dengan cara berlangganan.