Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah

Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah

Pernah menimbang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya di rumah? Bisa dipastikan, hampir setiap hari, rumah kita memproduksi sampah, baik dari dapur maupun halaman rumah. Ada satu langkah bijak untuk memulai gerakan zero waste dari rumah, salah satunya adalah dengan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan agar tidak sekadar memenuhi TPA atau berakibat buruk bagi lingkungan.

Jika memiliki kebun atau taman di halaman rumah, Anda dapat melakukan proses memanfaatkan sampah rumah tangga khususnya sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau pupuk yang akan menyuburkan tanaman-tanaman Anda di rumah.

Sebelum mengolah sampah, langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah dengan melakukan pemilahan menjadi dua bagian, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik, biasanya berasal dari dapur dan halaman rumah, berupa sisa sayuran, makanan, dedaunan, buah-buahan, dan lain-lain. Sedangkan anorganik, biasanya berasal dari pemakaian kebutuhan rumah tangga yang berasal dari industri, seperti kaleng, botol, plastik, dan lainnya.

1. Sampah Organik

Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Pembuatan kompos dapat dilakukan langsung di dalam lubang biopori tanah kebun. Akan lebih baik lagi jika dibuat menggunakan komposter. Komposter dapat dibuat sendiri atau membeli yang sudah siap pakai. Sedangkan pupuk cair dapat dihasilkan melalui sistem fermentasi dari limbah daun-daunan. 

Sampah organik juga bisa dipilah-pilah, beberapa bisa dibuat kompos, yang lain bisa juga diolah menjadi produk bermanfaat lainnya. Kulit jeruk misalnya, bagian kulit jeruk baik itu dari jeruk nipis, jeruk baby, atau buah jeruk biasa, bisa kita sisihkan kulitnya untuk diolah menjadi cairan pembersih. Caranya dengan menghaluskan kulit jeruk dengan sejumlah air kemudian disaring hingga didapatkan cairan berwarna kuning. Cairan ini bisa digunakan sebagai campuran untuk mengepel lantai atau membersihkan perabotan yang terbuat dari kayu.

2. Sampah Anorganik

Jenis sampah anorganik, berupa barang-barang bekas kemasan industri seperti botol-botol kaca dan plastik dapat dijadikan media tanam di kebun kita. Botol-botol kecil bisa digunakan untuk tempat menyemai tanaman. Beberapa sampah plastik kemasan juga bisa dikumpulkan dan diolah menjadi ecobrick. Botol-botol kaca bisa disusun untuk pembatas lahan tanam, bahkan ada juga yang menggunakannya sebagai isian pagar yang terbuat dari ram kawat. Dengan memanfaatkan kedua jenis sampah di atas, selain memberi nilai ekonomis dan praktis, bearti juga telah membantu mengurangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Ini merupakan langkah kecil yang bisa dilakukan untuk berperan dalam gerakan zero waste. Dimulai dari rumah, dari mengolah sampah.

Kiat Membersihkan Kulkas Sebelum Puasa Ramadhan

Kiat Membersihkan Kulkas Sebelum Puasa Ramadhan

Kulkas menjadi salah alat elektronik rumah tangga yang tidak boleh Anda lewatkan untuk dibersihkan secara rutin apalagi menjelang bulan puasa yang akan datang beberapa hari lagi. Selain sangat membantu untuk menyimpan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama bulan Ramadhan, kulkas akan mengeluarkan bau yang tidak sedap bila tidak rutin dibersihkan.

Terkadang banyak juga yang membersihkan kulkas dengan asal-asalan, bahkan menggunakan pembersih seadanya tanpa mempertimbangkan faktor higienis atau berbahaya tidaknya bahan pembersih bagi kulkas.  Ini beberapa kiat yang bisa dilakukan agar kulkas bersih, terjaga dari aroma tidak sedap selama bulan Ramadhan.

Pertama, luangkanlah waktu untuk mengeluarkan semua produk makanan baik yang dikemas maupun tidak dari dalam kulkas sebelum dibersihkan. Saat dibersihkan, kulkas harus dalam keadaan kosong. Tahap ini bisa Anda lakukan sambil memilah makanan mana yang masih layak konsumsi dan mana yang harus dibuang karena kedaluwarsa.

Cabut stop kontak sebelum mulai membersihkan kulkas. Selain untuk menghindari pembuangan energi, mencabut stop kontak juga akan menghindari risiko tersetrum saat Anda membersihkan kulkas.

Lepaskan seluruh rak dan laci yang menempel di bagian dalam kulkas.

 Gunakan sarung tangan pencuci piring untuk menghindari licin pada tangan sehingga membantu mencegah kaca terlepas dari genggaman dan pecah.

Siapkan cairan pembersih yang aman untuk membersihkan kulkas, salah satunya yaitu cairan pencuci piring. Jangan menggunakan disinfektan seperti karbol, pembersih kaca, pembersih kamar mandi, cairan pel untuk membersihkan kulkas. Produk-produk tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan keracunan ketika bersentuhan dengan makanan.

Mulailah dengan mengelap seluruh permukaan luar dan bagian dalam kulkas menggunakan tisu basah atau lap bersih yang dibasahi campuran sabun cuci piring dan air hangat. Gunakan kain mikrofiber atau spons berkualitas agar tidak meninggalkan serpihan-serpihan serat di dalam kulkas.

Untuk noda membandel, campur sedikit bubuk soda kue dengan sedikit air untuk menghasilkan campuran kental. Oleskan campuran ini pada noda dan diamkan selama satu jam sebelum mengelapnya menggunakan spons atau kain lembap. Bubuk soda kue membuat noda lebih mudah diseka bersih.

Setelah selesai membersihkan seluruh bagian dalam dan luar kulkas, Anda dapat kembali memasukan isi kulkas mulai dari rak dan laci. Lalu, letakkan makanan kembali ke dalam kulkas. Sambil mengembalikan isi kulkas, bersihkan juga toples, botol, dan wadah-wadah yang Anda gunakan untuk menyimpan makanan dengan kain bersih. Dan, jangan lupa untuk memasang kembali stop kontak. Kulkas Anda pun bersih kembali dan bebas bau tak sedap. Untuk menjaga agar kulkas tetap memiliki aroma yang sedap, Anda bisa meletakkan semangkuk kecil bubuk baking soda untuk menyerap bau. Bisa juga dengan meletakkan kulit lemon di dalam kulkas, tisu gulung, atau bubuk kopi.