Cara Mendapatkan Manfaat Berbelanja di Pasar Tradisional Tanpa Keluar Rumah

Di artikel sebelumnya, sudah sempat dibahas keuntungan dan kelebihan apa saja yang bisa didapatkan ketika berbelanja di pasar tradisional. Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas berbelanja ke pasar tradisional menjadi salah satu aktivitas yang digemari kaum ibu. Namun, tidak semua ibu memiliki keleluasaan waktu untuk berbelanja di pasar tradisional. Misalnya, karena harus bekerja atau lokasi pasar tradisional yang jauh dari rumah. Lalu bagaimana agar para ibu tetap dapat mendapatkan manfaat berbelanja ke pasar tradisional tanpa keluar rumah. Simak artikel berikut, ya.

Tumbasin hadir untuk membantu para ibu mendapatkan manfaat belanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah. 
Tumbasin hadir untuk membantu para ibu mendapatkan manfaat belanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah. 

Cara mendapatkan manfaat berbelanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah.

Meski sebagian orang menganggap berbelanja ke pasar tradisional kurang nyaman karena faktor tempat atau lokasi yang kurang bersih, namun aktivitas berbelanja ke pasar tradisional masih banyak digemari. Tidak jarang, pasar tradisional juga menjadi sarana untuk berwisata belanja di akhir pekan. Pembeli menyakini bahwa berbelanja di pasar tradisional masih memberikan beberapa keuntungan dan kelebihan, seperti adanya interaksi sosial, bisa menawar harga, dan mendapatkan produk yang lebih segar.

Saat akhir pekan, berbelanja ke pasar tradisional dilakukan sekaligus sebagai tujuan rekreasional. Biasanya, di momen seperti ini pembeli tidak terlalu terburu-buru dan bisa menghabiskan waktu lebih lama di pasar tradisional. Di hari biasa, sebagian besar pembeli yang datang ke pasar tradisional berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Durasi berbelanja di pasar tradisional pada hari biasa juga lebih singkat, dan diharapkan lebih efektif serta efisien dibandingkan saat akhir pekan atau hari libur.

Dengan berbagai keuntungan dan kelebihan berbelanja di pasar tradisional, tidak sedikit masyarakat khususnya kaum ibu yang mempertahankan rutinitasnya ini. Bagi kaum ibu, pasar tradisional merupakan tempat yang menyenangkan untuk berbelanja. Jika ada masakan yang harus diolah pagi-pagi sekali, pasar tradisional menjadi pilihan utama para ibu karena jam bukanya lebih pagi.

Selain jam buka pasar tradisional yang lebih pagi, para ibu hapal benar bahwa mereka bisa mendapatkan harga bahan pangan yang relatif lebih murah dan terjangkau dibandingkan jika berbelanja ke supermarket.

Semua kelebihan yang bisa didapatkan dari pasar tradisional menjadi magnet tersendiri bagi kaum ibu. Namun, bagaimana jika aktivitas berbelanja di pasar tradisional ini terkendala oleh waktu dan jarak. Banyak ibu bekerja yang gemar berbelanja ke pasar tradisional, namun tidak lagi memiliki waktu. Atau ibu rumah tangga yang ingin berbelanja ke pasar tradisional, tetapi jarak pasarnya jauh?

Tumbasin hadir untuk membantu para ibu mendapatkan manfaat belanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah.

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, hampir semua permasalahan sehari-hari dapat dicari solusinya. Tidak terkecuali dengan permasalahan yang melanda kaum ibu. Jika berbelanja di pasar tradisional masih menjadi pilihan utama karena berbagai kelebihan dan keuntungannya maka solusi waktu dan jarak dapat diatasi dengan sebuah aplikasi belanja online di pasar tradisional yang memungkinkan para ibu tetap mendapatkan manfaat yang sama seolah berbelanja sendiri ke pasar tradisional.

Aplikasi berbelanja online di pasar tradisional, tumbasin, berusaha untuk selalu mengedepankan manfaat-manfaat yang bisa didapatkan oleh pelanggan yang terbiasa mendapatkan manfaat berbelanja langsung di pasar tradisional. Misalnya saja dalam hal menjaga kualitas produk atau bahan pangan yang dijual melalui aplikasi. Tumbasin memiliki tim quality control utuk memastikan produk dan bahan pangan yang dipilih segar dan berkualitas.

Hal tersebut tentunya ditunjang oleh keahlian tim pasar dalam menjaring pedagang dengan komoditi yang layak jual dan sesuai standar. Hasilnya, bahan pangan dan produk makanan yang dijual adalah yang sudah terpilih kualitasnya. Begitu pun soal harga, tumbasin berusaha semaksimal mungkin menciptakan nilai yang saling menguntungkan antara pedagang dan pembeli.

Jika berbelanja di supermarket harus terlebih dahulu menunggu jam buka maka dengan aplikasi Tumbasin, pembeli bisa berbelanja bahkan satu hari sebelumnya. Jika sebelumnya pembeli harus meluangkan waktu, mencari tempat parkir di pasar maka dengan aplikasi tumbasin, pembeli tetap mendapatkan manfaat berbelanja ke pasar tradisional tanpa harus keluar rumah. Bahan pangan atau bahan masakan akan diantarkan ke rumah sesuai dengan hari pemesanan.

Jadi, tertarik untuk segera menikmati kemudahan berbelanja di pasar tradisional dengan segudang manfaatnya? Bagi pengalaman ibu menggunakan aplikasi tumbasin di kolom komentar, dan dapatkan berbagai kesepakatan menarik seperti halnya saat berbelanja di pasar tradisional.

Keuntungan Berbelanja Di Pasar Tradisional

Keuntungan Berbelanja Di Pasar Tradisional

Berbelanja di pasar tradisional menjadi salah satu aktivitas harian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan ibu rumah tangga maupun ibu bekerja. Berbelanja di pasar tradisional memiliki beberapa keuntungan dibandingkan berbelanja di pasar modern, misalnya supermarket. Kelebihan dan keuntungan itulah yang membuat aktivitas berbelanja di pasar tradisional masih bertahan hingga saat ini. Apa saja sebenarnya kelebihan dan keuntungan berbelanja di pasar tradisional. Simak yuk, artikel berikut ini.

Penjual manisan di pasar tradisional Gang Baru Semarang
Penjual manisan dan asinan di Pasar Tradisional, Gang Baru, Semarang.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan atau keuntungan yang didapatkan dengan berbelanja di pasar tradisional :

  1. Adanya interaksi sosial antara penjual dan pembeli. Saat pergi ke pasar tradisional, pembeli tidak hanya akan bertemu dengan satu orang pedagang. Setiap kategori bahan pangan biasanya dijual oleh pedagang yang berbeda. Dengan begitu, akan ada beraneka karakter pedagang yang juga berpengaruh pada cara melayani pembeli, bahkan dalam menentukan harga jual produk. Pembeli biasanya memiliki pedagang favorit masing-masing. Pedagang dipilih berdasarkan cara melayani, dan kesepakatan dalam menentukan harga jual dari hasil ngobrol serta tawar-menawar.
  2. Pembeli bisa lebih fleksibel dan leluasa berbelanja sesuai kebutuhannya. Saat berbelanja ke pasar tradisional, jumlah barang yang akan kita beli tidak harus terpatok dengan jumlah minimal atau maksimal pembelian. Saat pembeli membutuhkan lebih sedikit dari standar yang biasa dijual, pembeli bisa mengomunikasikan langsung kepada pedagang. Misalnya, hanya membutuhkan bawang merah dan bawang putih masing-masing lima siung saja. Atau sebaliknya, membutuhkan jumlah yang sangat banyak. Kemungkinan besar, pedagang di pasar tradisional pasti akan membantu.
  3. Pembeli dapat melakukan kontrol langsung terhadap kualitas bahan-bahan pangan yang akan dibelinya. Dengan melihat, memegang, mencium, membaui, bahkan merasakan bahan pangan yang akan dibeli, pembeli bisa membuat keputusan apakah bahan pangan tersebut sudah sesuai dengan standarnya. Pembeli juga bisa meminta secara langsung kepada penjual agar dipilihkan bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan serta standarnya.
  4. Pembeli bisa meminta bantuan kepada pedagang untuk melakukan proses pengolahan awal pada suatu bahan pangan. Misalnya, ketika berbelanja ikan segar pembeli bisa meminta kepada pedagang ikan untuk membuang terlebih dahulu sisiknya dan jeroan ikan yang tidak digunakan. Pedagang yang sudah menjadi langganan biasanya jarang sekali meminta bayaran tambahan untuk tambahan pelayanan tersebut.
  5. Pedagang bisa mengingat preferensi seorang pembe;o ketika berbelanja suatu bahan pangan di gerainya. Dengan begitu, setiap kali pembeli tersebut kembali ke gerainya, pedagang sudah hapal dan tahu apa yang diinginkan oleh pelanggannya tersebut. Kondisi ini membuat interaksi antara penjual dan pembeli semakin efektif dan praktis.

 

Menyiapkan Bekal Anak Sekolah Tanpa Keluar Rumah

Menyiapkan Bekal Anak Sekolah Tanpa Keluar Rumah

Bekal Sekolah Anak
Menyiapkan Bekal Sekolah Anak Dengan Bantuan Aplikasi Belanja Online

Berakhirnya momen liburan sekolah membuat para ibu mulai sibuk menyiapkan bekal sekolah saat pagi hari. Momen ini menjadi penting karena para ibu menginginkan anak-anaknya tetap mendapat asupan gizi yang baik selama bersekolah. Untuk itu, sebagai seorang ibu, menyiapkan bekal sekolah menjadi tugas yang tidak boleh dilewatkan. Saking pentingnya, pada akhir pekan para ibu sudah mulai berbelanja kebutuhan memasak untuk bekal sekolah selama satu minggu. Tetapi bagaimana jika pada akhir pekan ibu tidak sempat berbelanja ke pasar? Tenang. Saat ini sudah ada solusi menyiapkan bekal anak sekolah tanpa keluar rumah.

Aplikasi belanja online di pasar tradisional yang memudahkan aktivitas harian para ibu.

Hidup di era teknologi menuntut gaya hidup yang praktis. Seringkali kita membutuhkan bantuan teknologi agar aktivitas harian menjadi lebih mudah. Salah satu teknologi yang sangat membantu adalah adanya aplikasi berbelanja online. Cukup banyak pilihan aplikasi belanja online yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Tinggal membuka aplikasi yang sesuai kebutuhan di ponsel, lalu melakukan beberapa langkah hingga barang yang dibutuhkan sampai ke rumah.

bagaimana dengan kebutuhan harian yang hanya bisa didapatkan di pasar tradisional? Apakah ada aplikasi yang bisa membantu para ibu untuk berbelanja di pasar tradisional tanpa perlu keluar rumah? Lalu apakah barang atau bahan masakan yang dibutuhkan tersebut bisa langsung diantarkan ke rumah pada hari yang sama? Solusi untuk kebutuhan tersebut, saat ini sudah dipecahkan oleh tumbasin, sebuah aplikasi belanja online yang membantu konsumen untuk memenuhi kebutuhan harian yang berasal dari pasar-pasar tradisional.

Dengan adanya aplikasi tumbasin, para ibu bisa mempersiapkan bekal anak sekolah tanpa perlu keluar rumah. Cukup tentukan terlebih dahulu menu yang akan dijadikan bekal sekolah anak selama seminggu, lalu buatlah daftar belanjaannya. Kemudian carilah bahan-bahan tersebut dengan membuka aplikasi belanja online tumbasin. Aplikasi tumbasin dapat diunduh di playstore. Kemudian ikuti langkah-langkah untuk membuat pesanan, proses pembayaran, hingga pengantaran.

Setelah melakukan order, crew tumbasin yang akan berbelanja bahan-bahan atau barang yang dibutuhkan. Barang atau bahan yang dibutuhkan akan dipilih dan dipilah dengan cermat serta teliti sesuai dengan standar dari bagian quality control . Selanjutnya bahan masakan atau barang belanjaan akan diantarkan ke rumah pemesan. Praktis dan mudah, bukan?

Dengan aplikasi tumbasin, ibu dapat menghemat waktu : tidak perlu pergi ke pasar tradisional, menawar, sampai memilih produk. Akhir pekan juga bisa dihabiskan di rumah bersama anak-anak dan keluarga sambil menunggu bahan masakan diantarkan ke rumah. Dengan begitu pada saat akhir pekan berakhir dan hari-hari aktif bekerja serta sekolah tiba, ibu sudah memiliki bahan masakan yang bisa diolah menjadi bekal sekolah untuk anak-anak.

 

 

Beberapa Kiat Agar Memasak Selama Bulan Puasa

Beberapa Kiat Agar Memasak Selama Bulan Puasa

Menghidangkan makanan istimewa yang menggugah selera sekaligus sehat bagi seluruh anggota keluarga di bulan Ramadhan merupakan tantangan tersendiri para ibu-ibu. Terlebih bagi ibu-ibu yang waktu memasaknya terbatas dikarenakan memiliki kesibukan lain, misalnya bekerja kantoran.

Agar waktu yang dimiliki tidak hanya habis digunakan untuk memasak di dapur maka ada baiknya selama bulan Ramadhan kita membuat rancangan menu mingguan yang kita susun untuk satu bulan.

Berikut ini adalah beberapa kiat agar menyiapkan hidangan selama bulan Ramadhan menjadi lebih mudah dan terasa praktis.

  1. Mulai menyetok bahan-bahan makanan. Ada baiknya bahan makanan pokok sudah kita beli jauh-jauh hari sebelum bulan puasa tiba. Tentunya ini juga untuk berjaga-jaga agar kita tidak mendapatkan harga yang sudah melonjak naik selama bulan puasa. Stok yang bisa kita siapkan misalnya beras, telur, gula pasir, tepung, minyak goreng, dan bumbu-bumbu yang umumnya digunakan untuk memasak.
  2. Menyiapkan frozen food dan makanan kering juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi waktu yang kita alokasikan untuk memasak. Pesanlah makanan kering dan simpan dalam wadah-wadah kedap udara. Simpan juga beberapa jenis makanan beku di freezer. Makanan kering dan makanan beku ini bisa digunakan sebagai persediaan di saat kita tidak memiliki waktu panjang untuk memasak.
  3. Manfaatkan aplikasi belanja online di pasar tradisional untuk mengurangi tenaga dan waktu yang dihabiskan untuk menyetok persediaan bahan makanan yang segar. Jangan menyimpan bahan-bahan makanan yang mudah layu atau membusuk pada saat bulan puasa karena selain justru akan menghambat proses memasak juga memerlukan waktu tambahan untuk membersihkannya. Manfaatkan jasa ‘personal shopper’ dari aplikasi belanja online di pasar tradisional untuk mendapatkan bahan msakan segar setiap beberapa hari sekali dalam satu minggu.
  4. Buatlah jadwal menu harian. Dengan begitu kita tidak dipusingkan dengan ‘akan memasak apa hari ini?’ atau ‘akan berbuka puasa’ dengan apa pada hari ini yang kemudian justru berakhir dengan kita memesan makanan secara online. Buatlah jadwal menu mingguan dan lakukan food preparation setelah habis berbelanja.

Lakukan food preparation untuk menyingkat waktu memasak. Misalnya dengan mengolah setengah terlebih dahulu bahan masakan yang sudah dibeli, misalnya mengungkep ayam atau daging dengan bumbu kemudian menyimpan dan membekukannya. Menyiangi dan mencuci sayuran yang akan diolah menjadi sayuran, atau memotong-motong bahan makanan yang akan diolah menjadi masakan.

Mengatur Anggaran Belanja Selama Ramadhan

Mengatur Anggaran Belanja Selama Ramadhan

Beberapa hari lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Tentunya ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, misalnya mulai menata hati dan diri, sampai melakukan persiapan fisik dan mental agar bulan puasa yang jatuh di awal bulan Mei 2019 ini dapat kita jalani dengan baik.

Ada juga persiapan lainnya yang tidak boleh kita lupakan, yaitu menyiapkan anggaran dan kondisi keuangan untuk menghadapi Bulan Ramadhan.  Salah satu anggaran yang harus dipersiapkan adalah anggaran belanja selama Ramadhan karena meski frekuensi kita makan selama bulan puasa berkurang, namun ada beberapa orang yang anggaran belanja dan ‘uang makan’ selama bulan puasanya justru membengkak.

Ada baiknya masalah anggaran ini sudah dipersiapkan sebelum bulan puasa dimulai. Diawali dengan menentukan prioritas dalam mengalokasikan penghasilan yang kita dapat karena selain anggaran belanja mingguan yang digunakan untuk makan dan minum biasanya bertambah, ada anggaran-anggaran lainnya yang juga harus dipersiapkan.

Misalnya saja membeli pakaian untuk anak dan keluarga, anggaran untuk mudik dan silaturahmi, sampai yang tidak kalah penting yaitu anggaran untuk bersedekah dan membayar zakat.

Dalam hal menganggarkan belanja mingguan, ada beberapa hal yang perlu kita ingat. Selama Ramadhan biasanya harga bahan pokok juga ikut naik. Untuk itu pertimbangkan dengan baik anggaran belanja mingguan selama Ramadhan. Ada baiknya bahan-bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan lain sebagainya dibeli sebelum bulan puasa dimulai.

Membuat rencana menu mingguan juga akan memudahkan kita untuk mengalokasikan sebagian penghasilan dalam membuat anggaran belanja mingguan. Ingat juga bahwa selama berpuasa kita mungkin akan beberapa kali berbuka puasa di luar. Hal ini tentu saja terhitung sebagai pengeluaran tambahan selama bulan puasa.

Setelah membagi-bagi pengeluaran, simpan terlebih dahulu uang untuk sedekah, membayar zakat, dan uang ‘THR’ untuk orangtua atau keponakan-ponakan dalam pos khusus. Begitu juga jika kita berencana untuk pulang kampung. Siapakan terlebih dahulu dananya, jangan sampai nanti sekembalinya mudik, anggaran kita jadi semakin menipis. Membuat anggaran selama bulan puasa merupakan salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Anggaran dengan pengeluaran reguler seperti yang dilakukan pada bulan-bulan lain sebaiknya tetap dijalankan dengan teratur. Jangan lupa untuk mengatur antara tagihan bulanan, investasi, tabungan, dan pengeluaran sehari-hari menurut prioritasnya masing-masing. Biasanya keinginan untuk berbelanja akan muncul saat bulan Ramadhan. Sebaiknya kita benar-benar dapat memilih dan memilih apa saja yang memang benar-benar dibutuhkan.

Membuat Frozen Food Untuk Stok Bahan Makanan Selama Ramadhan

Membuat Frozen Food Untuk Stok Bahan Makanan Selama Ramadhan

Siapa yang tiba-tiba menghabiskan begitu banyak waktu di dapur selama Ramadahan ini? Alih-alih fokus beribadah banyak yang kemudian terjebak ke dalam rutinitas memasak yang terlalu heboh selama bulan puasa. Dengan dalih ingin menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk berbuka puasa, kita tidak sadar sudah membuang banyak waktu hanya untuk memasak.

Padahal selama bulan Ramadahan kita juga punya ‘target’ lain selain menyiapkan hidangan berbuka yang istimewa. Meskipun memasak dan menyiapkan makanan untuk berbuka puasa bagi seluruh anggota keluarga juga memberikan kita pahala, namun kita juga tetap harus menjadwalkan waktu memasak kita agar tidak mendominasi seluruh waktu yang kita miliki.

Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk membuat kegiatan memasak tidak terlalu menyita waktu, antara lain dengan membuat daftar belanja dan menu mingguan sebelum mulai memasak, menggunakan aplikasi belanja online di pasar tradisional untuk memudahkan kegiatan berbelanja kita, melakukan food preparation, sampai menyiapkan makanan beku atau frozen food buatan sendiri untuk stok makanan berbuka dan sahur.

Makanan beku yang bisa langsung digoreng dan dikonsumsi biasanya digemari pada saat kita makan sahur karena kepraktisannya. Hal ini bisa memudahkan dan menyingkat waktu memasak kita saat menjelang sahur. Beberapa frozen food yang bisa dipilih antara lain, nugget, bakso, hingga sosis.

Selain makanan olahan di atas, kita juga bisa membuat sendiri beberapa makanan kesukaan yang kemudian dibekukan sehingga jangka waktu simpan dan konsumsinya lebih lama. Misalnya saja dengan membuat Ayam Bumbu Ungkep, Otak-Otak Ikan, Bakso Daging, hingga beberapa jenis sambal, atau kaldu-kalduan.

Tidak perlu terpatok dengan makanan beku yang sering beredar di pasaran, kita juga bisa membuat kreasi makanan beku berbahan ikan atau seafood untuk laternatif rasa dan gizi. Camilan seperti sempolan juga bisa kita bekukan untuk kemudian dikonsumsi sebagai camilan pada saat berbuka puasa.

Kaldu-kalduan, misalnya kaldu ayam dan sayur bisa kita buat jauh-jauh hari kemudian disimpan dalam keadaan beku dan baru dipakai saat akan memasak sayur sop atau sayur lainnya yang berkuah. Sementara beberapa jenis sambal juga bisa disimpan dalam keadaan beku kemudian dipanaskan terlebih dahulu saat akan dikonsumsi, misalnya dengan membuat sambal balado yang dicampur dengan bahan protein hewani. Selain frozen food, makanan kering seperti serundeng dan kremesan juga bisa menjadi alternatif teman bersantap dengan nasi yang lezat. Jadi, sudah menyiapkan frozen food apa saja untuk bulan puasa nanti?

Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah

Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah

Pernah menimbang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya di rumah? Bisa dipastikan, hampir setiap hari, rumah kita memproduksi sampah, baik dari dapur maupun halaman rumah. Ada satu langkah bijak untuk memulai gerakan zero waste dari rumah, salah satunya adalah dengan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan agar tidak sekadar memenuhi TPA atau berakibat buruk bagi lingkungan.

Jika memiliki kebun atau taman di halaman rumah, Anda dapat melakukan proses memanfaatkan sampah rumah tangga khususnya sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau pupuk yang akan menyuburkan tanaman-tanaman Anda di rumah.

Sebelum mengolah sampah, langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah dengan melakukan pemilahan menjadi dua bagian, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik, biasanya berasal dari dapur dan halaman rumah, berupa sisa sayuran, makanan, dedaunan, buah-buahan, dan lain-lain. Sedangkan anorganik, biasanya berasal dari pemakaian kebutuhan rumah tangga yang berasal dari industri, seperti kaleng, botol, plastik, dan lainnya.

1. Sampah Organik

Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Pembuatan kompos dapat dilakukan langsung di dalam lubang biopori tanah kebun. Akan lebih baik lagi jika dibuat menggunakan komposter. Komposter dapat dibuat sendiri atau membeli yang sudah siap pakai. Sedangkan pupuk cair dapat dihasilkan melalui sistem fermentasi dari limbah daun-daunan. 

Sampah organik juga bisa dipilah-pilah, beberapa bisa dibuat kompos, yang lain bisa juga diolah menjadi produk bermanfaat lainnya. Kulit jeruk misalnya, bagian kulit jeruk baik itu dari jeruk nipis, jeruk baby, atau buah jeruk biasa, bisa kita sisihkan kulitnya untuk diolah menjadi cairan pembersih. Caranya dengan menghaluskan kulit jeruk dengan sejumlah air kemudian disaring hingga didapatkan cairan berwarna kuning. Cairan ini bisa digunakan sebagai campuran untuk mengepel lantai atau membersihkan perabotan yang terbuat dari kayu.

2. Sampah Anorganik

Jenis sampah anorganik, berupa barang-barang bekas kemasan industri seperti botol-botol kaca dan plastik dapat dijadikan media tanam di kebun kita. Botol-botol kecil bisa digunakan untuk tempat menyemai tanaman. Beberapa sampah plastik kemasan juga bisa dikumpulkan dan diolah menjadi ecobrick. Botol-botol kaca bisa disusun untuk pembatas lahan tanam, bahkan ada juga yang menggunakannya sebagai isian pagar yang terbuat dari ram kawat. Dengan memanfaatkan kedua jenis sampah di atas, selain memberi nilai ekonomis dan praktis, bearti juga telah membantu mengurangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Ini merupakan langkah kecil yang bisa dilakukan untuk berperan dalam gerakan zero waste. Dimulai dari rumah, dari mengolah sampah.

Kiat Membersihkan Kulkas Sebelum Puasa Ramadhan

Kiat Membersihkan Kulkas Sebelum Puasa Ramadhan

Kulkas menjadi salah alat elektronik rumah tangga yang tidak boleh Anda lewatkan untuk dibersihkan secara rutin apalagi menjelang bulan puasa yang akan datang beberapa hari lagi. Selain sangat membantu untuk menyimpan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama bulan Ramadhan, kulkas akan mengeluarkan bau yang tidak sedap bila tidak rutin dibersihkan.

Terkadang banyak juga yang membersihkan kulkas dengan asal-asalan, bahkan menggunakan pembersih seadanya tanpa mempertimbangkan faktor higienis atau berbahaya tidaknya bahan pembersih bagi kulkas.  Ini beberapa kiat yang bisa dilakukan agar kulkas bersih, terjaga dari aroma tidak sedap selama bulan Ramadhan.

Pertama, luangkanlah waktu untuk mengeluarkan semua produk makanan baik yang dikemas maupun tidak dari dalam kulkas sebelum dibersihkan. Saat dibersihkan, kulkas harus dalam keadaan kosong. Tahap ini bisa Anda lakukan sambil memilah makanan mana yang masih layak konsumsi dan mana yang harus dibuang karena kedaluwarsa.

Cabut stop kontak sebelum mulai membersihkan kulkas. Selain untuk menghindari pembuangan energi, mencabut stop kontak juga akan menghindari risiko tersetrum saat Anda membersihkan kulkas.

Lepaskan seluruh rak dan laci yang menempel di bagian dalam kulkas.

 Gunakan sarung tangan pencuci piring untuk menghindari licin pada tangan sehingga membantu mencegah kaca terlepas dari genggaman dan pecah.

Siapkan cairan pembersih yang aman untuk membersihkan kulkas, salah satunya yaitu cairan pencuci piring. Jangan menggunakan disinfektan seperti karbol, pembersih kaca, pembersih kamar mandi, cairan pel untuk membersihkan kulkas. Produk-produk tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan keracunan ketika bersentuhan dengan makanan.

Mulailah dengan mengelap seluruh permukaan luar dan bagian dalam kulkas menggunakan tisu basah atau lap bersih yang dibasahi campuran sabun cuci piring dan air hangat. Gunakan kain mikrofiber atau spons berkualitas agar tidak meninggalkan serpihan-serpihan serat di dalam kulkas.

Untuk noda membandel, campur sedikit bubuk soda kue dengan sedikit air untuk menghasilkan campuran kental. Oleskan campuran ini pada noda dan diamkan selama satu jam sebelum mengelapnya menggunakan spons atau kain lembap. Bubuk soda kue membuat noda lebih mudah diseka bersih.

Setelah selesai membersihkan seluruh bagian dalam dan luar kulkas, Anda dapat kembali memasukan isi kulkas mulai dari rak dan laci. Lalu, letakkan makanan kembali ke dalam kulkas. Sambil mengembalikan isi kulkas, bersihkan juga toples, botol, dan wadah-wadah yang Anda gunakan untuk menyimpan makanan dengan kain bersih. Dan, jangan lupa untuk memasang kembali stop kontak. Kulkas Anda pun bersih kembali dan bebas bau tak sedap. Untuk menjaga agar kulkas tetap memiliki aroma yang sedap, Anda bisa meletakkan semangkuk kecil bubuk baking soda untuk menyerap bau. Bisa juga dengan meletakkan kulit lemon di dalam kulkas, tisu gulung, atau bubuk kopi.