Beberapa Resep Ikan Salmon yang Enak dan Mudah

Beberapa Resep Ikan Salmon yang Enak dan Mudah

Sudah sering mencoba beragam resep, dari resep semur daging hingga ayam bakar? Saatnya mencoba hidangan ikan salmon. Resep ikan salmon yang cepat dan mudah selalu saja dicari para pecinta makanan masa kini. Ikan yang kini telah tersedia luas di pasaran semakin meroket popularitasnya. Meskipun terkenal karena penggunaannya sebagai sushi ataupun sashimi, sebetulnya ikan salmon begitu fleksibel dimasak dengan cara apapun.

Berikut adalah enam resep ikan salmon yang bisa segera dipraktekkan di rumah:

 

  • Honey Garlic Salmon

 

Lembut dimasak bersama madu dan sedikit bawang putih. Wah, sepertinya inilah resep ikan salmon mudah yang dicari-cari selama ini! Bahan-bahan yang dibutuhkan: Madu, air perasan jeruk lemon, bawang putih, garam, daging ikan salmon fillet, lada hitam, dan minyak sayur. Cara membuatnya:

  1. Di dalam mangkuk kecil, campurkan madu, air perasan jeruk lemon, bawang putih, garam, dan lada secukupnya secara bumbu marinasi merata.
  2. Taruh daging ikan salmon fillet dalam kantong plastik dan tuangkan bumbu marinasi. Keluarkan udara sebanyak mungkin dan segel kantung plastik tersebut. Dengan lembut bolak-balikkan daging ikan salmon agar seluruh permukaannya terlapisi bumbu secara merata. Diamkan selama 15 menit.
  3. Panaskan wajan anti lengket pada suhu sedang dan tambahkan minyak sayur. Letakkan daging ikan salmon dengan kulit menghadap ke atas. Tutup dan masak selama 3 menit. Buka tutupnya dan masak kembali selama satu menit lagi. Kemudian balikkan ikan dan masak selama 3 menit.
  4. Sajikan dengan tumisan brokoli atau salad agar sajian menjadi lebih sehat lagi.

 

  • Salmon Onigiri

 

Kini onigiri banyak tersedia dimana-mana dan tentunya, bisa juga dibuat di rumah! Bahan-bahan yang dibutuhkan: Daging ikan salmon fillet, beras jepang, nori (lembaran rumput laut kering), katsuobushi (serutan ikan cakalang), acar buah plum, kecap asin, dan biji wijen. Cara membuatnya:

  1. Marinasi ikan salmon dengan garam secukupnya secara merata dan diamkan selama 2 jam.
  2. Sementara itu, cuci beras dengan air dingin setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum memasak. Masak nasi dengan rice cooker hingga matang dan pulen.
  3. Panggang lembaran nori di atas api dan potong melintang menjadi selebar 1 inci.
  4. Di dalam mangkuk berukuran sedang, campur katsuobushi dengan kecap asin secukupnya. Bilas garam berlebih dari salmon, sisihkan, dan masak di panci anti lengket selama 3 hingga 5 menit. Gunakan garpu untuk menghancurkan salmon menjadi potongan kecil.
  5. Sebelum membentuk onigiri, basahi tangan dengan air yang telah digarami sedikit agar beras tidak lengket di tangan. Ambil 1/4 cangkir nasi dan bentuk nasi menjadi segitiga kecil menggunakan tangan.
  6. Setelah berbentuk segitiga, gunakan jempol untuk membuat cekungan di bagian tengahnya. Letakkan sesendok penuh isian di cekungan tersebut lalu tutupi dengan nasi.
  7. Setelah onigiri siap, lapisi dengan lembaran nori.

 

  • Salmon Curry

 

Ternyata ada cara untuk membuat hidangan kari hanya dalam kurang lebih 30 menit! Ayo simak caranya berikut ini. Bahan-bahan yang dibutuhkan: Daging ikan salmon fillet, santan, jahe, gula merah, saus ikan, pasta kari merah, air jeruk nipis, daun kemangi, daun ketumbar, cabai merah, dan garam. Cara membuatnya:

  1. Potong salmon menjadi dadu berukuran sedang.
  2. Masukkan santan ke dalam panci dan tambahkan jahe, gula, saus ikan, pasta kari, dan air jeruk nipis.
  3. Aduk-aduk dan pastikan pasta kari larut dalam kuah. Masak hingga mendidih dan masukkan salmon.
  4. Masak ikan dengan lembut agar tidak hancur selama 5-7 menit. Sajikan bersama taburan daun ketumbar.

 

  • Salmon Chowder

 

Resep ikan salmon yang satu ini cocok untuk dimasak saat musim hujan. Nikmati selagi hangat! Bahan-bahan yang dibutuhkan: Daging ikan salmon fillet, kentang, daun bawang, jagung, bawang putih, daun thyme, daun salam, cabe bubuk, susu, krim kental, garam, lada hitam, dan air perasan jeruk lemon. Cara membuatnya:

  1. Potong kentang menjadi dadu kemudian masak hingga lunak. Tiriskan.
  2. Di panci berukuran sedang, tumis daun bawang, bawang putih, daun thyme, daun salam, dan bubuk cabai dengan mentega sekitar 5 menit. Kemudian tambahkan susu dan krim dan masak hingga mendidih.
  3. Kecilkan api lalu tambahkan kentang, salmon, garam, dan merica dan masak sambil aduk perlahan hingga salmon matang.
  4. Tambahkan air perasan lemon dan garam dan lada secukupnya. Buang daun salam sebelum disajikan.

 

  • Salmon Spicy Salad

 

Cobalah resep ikan salmon ini di hari yang panas atau ketika membutuhkan menu pembuka yang enak dan menyegarkan! Bahan-bahan yang dibutuhkan: Daging ikan salmon sashimi grade atau salmon gravlax, bawang bombay, air perasan lemon, daun selada, mentimun, tomat ceri merah, garam, lada dan saus lemon (terbuat dari: air perasan lemon, cuka putih, minyak zaitun, bubuk cabai, parutan kulit lemon, garam dan lada). Cara membuatnya :

  1. Iris bawang bombai dengan bentuk tipis dan memanjang. Rendam bawang dalam air dingin selama 15 menit. Tiriskan dan keringkan dengan kertas tisu. Sisihkan.
  2. Dalam mangkuk kecil, masukkan semua bahan untuk saus lemon dan aduk hingga rata. Sisihkan.
  3. Sebarkan daun selada di atas piring bersama irisan bawang, potongan mentimun, tomat ceri merah dan daging ikan salmon. Bumbui dengan bubuk cabai dan garam sesuai selera.
  4. Sajikan bersama saus lemon.

 

  • Grilled Salmon with Lemongrass

 

Bumbu yang satu ini mempunyai rasa dan aroma yang khas sehingga sering digunakan dalam berbagai masakan. Olahan ikan salmon berikut cukup sederhana tapi tetap lezat. Bahan-bahan yang dibutuhkan: Daging ikan salmon fillet, kecap asin, minyak zaitun, cabai bubuk, parutan jahe, batang serai, dan gula aren bubuk. Cara membuatnya:

  1. Kocok semua bahan marinasi dalam mangkuk kecuali daging ikan salmon.
  2. Tuang bahan marinasi di atas salmon, oleskan di kedua sisi. Diamkan di dalam kulkas selama 30 menit.
  3. Sisihkan daging salmon dari bahan rendaman. Panggang selama 4-6 menit di setiap sisinya dan buang sisa bumbu.
  4. Sajikan dengan nasi atau sayur.

Semoga resep-resep mudah ini bisa menginspirasi. Selamat mencoba!

Mengenal Daun Pembungkus Makanan

Mengenal Daun Pembungkus Makanan

Makanan Indonesia cukup banyak yang menggunakan daun sebagai pembungkus. Fungsi daun tersebut sebenarnya tak sekadar sebagai pembungkus, tapi juga sebagai pemberi  aroma dan warna pada makanan yang dibungkusnya. Daun-daunan ini sangat mudah kering, jika ingin menyimpannya, bungkus dengan kertas tisu dapur yang sudah dilembabkan, kemudian simpan di bagian laci sayuran dalam lemari pendingin.

Daun Pisang
Paling sering digunakan, karena mudah didapat dan luwes untuk membungkus makanan. Selain digunakan langsung sebagai alas pembungkus makanan, daun pisang juga digunakan untuk membungkus pepes, lontong atau nasi bakar yang akan dimasak lebih lanjut. Aroma harum daun pisang akan menambah kelezatannya. Daun pisang tua berwarna hijau tua lebih sering dipakai karena lebih kokoh dan lebih muda ditemukan. Daun pisang muda yang berwarna hijau muda biasa dipakai untuk membungkus kue-kue seperti timpan atau nagasari. Jenis daun pisang batu paling umum digunakan sebagai pembungkus. Selain memberi aroma, daun pisang batu juga memberikan semburat warna hijau pada makanan yang dibungkus. Supaya daun pisang lentur untuk dilipat, panaskan permukaan daun di atas api kecil secara cepat sambil digerakkan hingga seluruh permukaannya terkena panas.

Daun Kelapa
Populer dengan nama janur, lembaran daunnya panjang seperti pita dan berwarna hijau kekuningan. Biasa digunakan untuk membuat ketupat dan membungkus kue clorot. Biasanya yang dipakai adalah daun yang masih muda, karena lebih lentur dan mudah untuk dibentuk.

Daun Jati
Daun dari pohon jati ini dahulu digunakan sebagai pembungkus makanan berkat, lalu diikat dengan tali bambu. Saat ini daun jati masih sering digunakan untuk membungkus nasi jamblang khas Cirebon dan pembungkus tempe. Jika ingin membungkus makanan menggunakan daun jadi, gunakanlah daun jati muda, karena lebih lentur dan tidak mudah sobek.

Daun Jambu Biji
Memberi warna hijau alami dan rasa khas pada tapai dari ketan putih, khas daerah Kuningan, Jawa Barat. Pilihlah daun jambu yang sudah tua dan segera pakai setelah dipetik untuk memberi warna hijau yang lebih maksimal.

Daun Pandan
Ada dua jenis ukuran daun pandan, besar dan kecil. Sebagai pembungkus, sebaiknya gunakan daun pandan dengan ukuran besar. Aromanya yang khas akan tertular pada makanan yang dibungkus. Contohnya adalah kue lampu-lampu dari Sulawesi.

Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal Unik Khas Nusantara Yang Perlu Anda Coba

Sambal, bagi sebagian orang penyuka cita rasa pedas ibarat obat penambah nafsu makan, dan tak lengkap rasanya makan tanpa sambal. Apalagi, sambal nusantara sangat variatif, tinggal pilih mau sambal mana yang sesuai dengan padanan masakannya. Variasi sambal dibedakan dari jenis sambal mentah atau segar dan sambal matang, yang ditumis, digoreng atau direbus. Beda salah satu bahan saja, akan mempengaruhi cita rasanya. Maka bisa dibayangkan, berapa banyak sambal yang kita miliki?

Ada beberapa sambal khas yang unik, karena pemakaian bahannya atau cara pembuatannya yang tidak dihaluskan. Sudah pernahkah mencicipi sambal-sambal unik ini belum?

Sambal Matah
Sambal khas dari Bali ini sedang populer, terbukti dengan banyaknya menu di resto-resto yang menyuguhkan sambal matah sebagai pelengkapnya. Mungkin karena rasa sambal matah yang luwes dijodohkan dengan aneka lauk.  Bahkan, sambal matah klop dimasak bersama pasta. Mirip pasta bumbu aglio olio. Kekhasan sambal matah bukan berupa sambal halus, melainkan bumbu iris. Bahannya terdiri dari irisan bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, serai dan daun jeruk mentah, lalu dilayukan dengan siraman minyak panas. Sebagai penyedapnya dibubuhi terasi matang, garam lalu diberi air jeruk nipis, sebagai pemberi rasa segar.

Sambal Dabu-dabu
Sekilas sambal asal Manado ini bahan-bahannya mirip dengan sambal matah, hanya beda bentuk potongannya. Cabai rawit merah, tomat merah dan bawang merah dipotong agak kasar, diberi air jeruk nipis, lalu disiram dengan minyak panas. Terkadang ada pula yang menambahkan daun kemangi. Sambal dabu-dabu sangat pas menemani ikan bakar.

Sambal Udeung atau Ganja
Sambal mentah dengan bahan-bahan cabai rawit, bawang merah, belimbing sayur yang dihaluskan, ditambah udang segar yang telah direbus atau ditumis sebentar lalu ditumbuk kasar bersama sambal halus. Bisa langsung disantap segar begitu saja, atau disiram dengan minyak panas sebagai sentuhan akhir. Begitu enaknya hingga bisa membuat ketagihan, maka seringkali sambal dari Aceh ini disebut sambal ganja. Sambal udeung biasa disantap bersama ayam tangkap atau sie reuboh (daging rebus).

Sambal Tempoyak
Lampung memiliki sambal yang sangat unik karena menggunakan tempoyak, yaitu fermentasi dari daging buah durian yang disimpan selama seminggu dalam toples. Cara membuat sambal tempoyak, cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih dihaluskan, lalu ditumis. Setelah bumbu harum, tempoyak dimasukkan, dan ditumis bersama.

Sambal Kutai
Sesuai namanya, sambal ini berasal dari Kutai, Samarinda, Kalimantan Timur. Cabai rawit merah, tomat dan terasi dihaluskan lalu ditumis hingga matang betul. Ada beberapa versi sambal kutai, versi sambal dicampur dengan tempe, kacang panjang, terung goreng atau versi dengan potongan telur rebus atau udang dan petai. Sambal kutai biasa disantap bersama nasi bakepor atau nasi liwet khas Kutai. Rasa sambal kutai pedas dan segar berkat pemakaian jeruk lemon cui.

Jadi, sudah pernah coba sambal yang mana?

Variasi Masakan Cara Mengolah Telur Segar

Variasi Masakan Cara Mengolah Telur Segar

Telur merupakan sumber bahan pangan yang disuka banyak orang. Tak hanya lezat, telur juga mudah diolah dan divariasikan. Selain sebagai lauk utama, kehadiran telur juga penting sebagai lauk pelengkap, seperti pada soto atau bubur ayam. Dalam hal kandungan nutrisinya, hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh untuk hidup sehat ada di dalam telur. Mulai dari protein (12,8%-13,1%), lemak (11,5%-14,3%), hingga komponen lain seperti karbohidrat, kalsium dan fosfor. 

Seperti halnya bahan pangan segar lain, telur pun mudah rusak dan busuk. Karena itulah berkembang teknik pengawetan telur, mulai dari yang paling sederhana seperti telur asin dan telur pitan, hingga yang membutuhkan teknologi tinggi seperti tepung telur (egg powder)  dan telur cair (liquid egg). Bentuk olahan telur berteknologi tinggi ini umumnya diperjualbelikan di tingkat industri. Sedangkan telur olahan sederhana lebih mudah ditemukan di pasaran.

Telur Asin

Merupakan olahan telur segar yang diasinkan menggunakan garam sebagai bahan utama. Garam masuk melalui pori-pori kulit telur, menuju bagian putih telur hingga kemudian ke bagian kuning telur. Pembuatan telur asin membutuhkan garam dalam konsentrasi yang cukup tinggi.  Semua jenis telur bisa diasinkan, namun yang paling umum dan mudah dijumpai di pasaran adalah telur asin dari telur itik/bebek. Ada 2 teknik pengasinan telur, yaitu basah dan kering. Teknik pengasinan basah dilakukan dengan cara merendam telur dalam larutan garam pekat (garam: air = 1: 4) selama 10-15 hari. Telur asin yang dibuat dengan teknik ini teksturnya cenderung lembek dan berair. Teknik kedua dengan membalut permukaan kulit telur dengan adonan batu bata atau abu gosok atau lumpur tanah yang telah dicampur dengan garam (3:1) dan didiamkan selama 10-15 hari. Teknik ini lebih umum digunakan karena menghasilkan telur asin yang tidak berair dan lebih masir. Telur asin yang dihasilkan masih dalam kondisi mentah dan harus direbus dulu untuk bisa dikonsumsi.

Telur Pitan

Jenis telur segar olahan ini asalnya dari negeri Cina. Sangat unik karena bagian putih telurnya berubah wujud menjadi seperti jeli transparan berwarna cokelat. Warna kuning telurnya pun berubah menjadi abu-abu kehitaman. Di luar negeri, telur ini dikenal dengan nama century egg atau a thousand year egg. Proses pembuatannya mirip dengan pembuatan telur asin. Hanya waktu pemeraman dan komposisi adonan pembalutnya yang berbeda, yaitu menggunakan campuran tanah liat, sekam padi dan abu yang ditambah dengan sendawa atau kapur sirih yang bersifat alkali/basa. Pemeraman dilakukan selama 50-100 hari.

Telur Pindang

Memindang telur pada prinsipnya juga merupakan salah satu teknik pengawetan telur. Memanfaatkan kombinasi perebusan dan penggaraman dengan menambahkan bahan-bahan antara lain daun jambu biji, kulit bawang merah ataupun teh. Cara tradisional ini membuat senyawa tanin yang ada pada bahan-bahan tersebut  mengubah protein di dalam telur sehingga telur pindang rebus lebih awet dibandingkan telur rebus biasa. Kulit telur pindang akan berubah warna menjadi kecokelatan dan beroma khas. Jenis telur yang biasa dipindang adalah telur ayam. Sedangkan telur itik/bebek tidak umum dipindang karena warna kulit yang dihasilkan kurang disuka.

Cara Membuat Saus Telur Asin Sendiri

Cara Membuat Saus Telur Asin Sendiri

Saus telur asin sedang digandrungi. Apapun jadi lebih lezat saat dibalut saus creamy berwarna kuning keemasan ini. Mulai dari udang, ayam, ikan, cumi, kepiting, hingga tahu yang digoreng pun jika diberi tambahan judul salted egg alias telur asin, pasti langsung makin menggiurkan. Mau bikin saus telur asin sendiri di rumah? Bisa, kok! Berikut langkah-langkah untuk membuat saus telur asin:

  1. Pilih telur asin matang yang masir (seperti berpasir) agar cita rasanya lebih gurih dan creamy.
  2. Gunakan hanya bagian kuningnya saja.
  3. Hancurkan kuning telur hingga benar-benar halus agar tekstur sausnya menjadi halus dan lembut
  4. Gunakan mentega atau margarin untuk memasak saus telur asin untuk mendapatkan cita rasa sedap dan harum.
  5. Tidak perlu menggunakan banyak bumbu karena saus telur asin sudah memberikan cita rasa yang kuat. Cukup menambahkan sedikit  bawang putih cincang jika diperlukan. Ingin pedas? Tambahkan irisan cabai rawit merah. 
  6. Masak saus telur asin dengan api kecil hingga berbusa. Jaga jangan sampai saus menjadi gosong karena akan memberi after taste pahit.
  7. Tambahkan sedikit susu cair putih untuk menghasilkan saus telur asin yang lebih encer,  creamy, dan lembut. Bisa juga menggunakan susu bubuk, tetapi harus menambahkan air agar tekstur saus tidak terlalu kental. 
  8. Koreksi rasa dengan tambahan garam, gula, dan merica bubuk sesuai selera.

Mudah bukan? Selamat mencoba!

Membawa Bekal Untuk Berpergian Jauh

Membawa Bekal Untuk Berpergian Jauh

Membawa bekal makanan dari rumah merupakan cara jitu untuk menghemat pengeluaran kala bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Selain itu, bekal ini juga sebagai antisipasi bila lidah tidak cocok dengan makanan setempat. Apa saja pilihan dan trik agar makanan yang dibawa tak berkurang kenikmatannya? Simak ulasan tumbasin.id berikut ini:

  • Jenis makanan
  1. Pilih makanan yang tidak perlu dipanaskan, mengingat minimnya peralatan masak saat menginap di hotel. Lauk kering siap makan, adalah pilihan yang tepat. 
  2. Lauk kering yang bisa menjadi pilihan diantaranya adalah rendang kering, kering kentang, kering teri, dan abon.
  3. Orang Indonesia seringkali tak nikmat makan tanpa sambal. Supaya santapan makin nikmat, bawalah sambal kemasan tradisional dalam botolan yang saat ini sangat banyak dijual di pasaran.
  • Cara penyimpanan
  1. Jaga makanan perbekalan agar kualitasnya tetap prima. Caranya, simpan makanan dalam wadah kedap udara. Setelah kosong, wadah ini dapat dimanfaatkan untuk membawa oleh-oleh makanan.
  2. Bila tidak mau repot membawa wadah, bawalah karet atau penjepit plastik untuk membungkus makanan yang berlebih.
  3. Sebaiknya kemasan makanan tidak terlalu besar, sehingga tidak perlu disimpan terlalu lama. Akan lebih baik bila porsi dan kemasannya disesuaikan untuk sekali makan.
  • Peralatan Praktis
  1. Bawalah peralatan makan standar dari rumah untuk jaga-jaga jika di tempat menginap tidak tersedia peralatan makan. Tentunya pilih piring dan sendok makan berbahan plastik, karena ringan dan tidak mudah pecah.
  2. Untuk makan saat berada di luar penginapan, bisa dengan membawa wadah bekal. 
  3. Magic jar ukuran mini khusus untuk travelling, akan membantu saat memasak nasi. Jangan lupa membawa berasnya juga agar tak repot membeli beras di tempat tujuan.
Kiat-kiat Mengolah Seafood Agar Bumbunya Meresap

Kiat-kiat Mengolah Seafood Agar Bumbunya Meresap

Kebanyakan orang sering bermasalah saat mengolah seafood sehingga malas memasaknya di rumah. Ikan yang hancur saat digoreng atau dipanggang, bumbu yang kurang meresap, cumi yang alot setelah dimasak dan lain-lain. Jangan langsung berhenti  menyajikan hidangan berbahan seafood untuk keluarga karena kandungan gizinya sangat baik bagi tubuh. Simak kiat-kiat berikut agar sukses menyajikan hidangan berbahan seafood yang menggiurkan.

  • Jangan terlalu cepat membalik badan ikan saat sedang digoreng atau dipanggang. Tunggu hingga satu sisinya benar-benar matang, baru dibalik. Saat sudah matang, kulit dan daging ikan menjadi lebih padat dan kering sehingga tidak mudah hancur saat dibalik.
  • Jika ingin menggoreng garing ikan berukuran kecil, seperti ikan mas atau mujair, gunakan api kecil saat memasak. Memang membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya pasti memuaskan.
  • Pastikan bakaran ikan sudah benar-benar panas saat akan meletakkan ikan yang hendak dibakar agar kulit ikan tidak menempel dan sobek.
  • Saat akan digoreng atau dipanggang, kerat-kerat badan ikan yang berukuran besar sebelum dibumbui agar bumbu dapat meresap sempurna.
  • Potongan daging cumi tidak hanya berbentuk cincin. Potong daging cumi, kerat menyilang  tidak putus permukaan dalamnya, dan saat dimasak bentuknya akan menggulung dan motif silang akan membuat tampilannya lebih menarik.
  • Cumi dan udang tidak membutuhkan waktu lama untuk dimasak. Jika terlalu lama, daging cumi justru akan menjadi alot/liat dan daging udang akan kehilangan juiceness-nya sehingga menjadi padat dan keras. Masukkan cumi atau udang di akhir proses memasak agar tidak terlalu lama dimasak.
  • Jika ingin membuat olahan udang yang membutuhkan tampilan udang yang warnanya lebih merah, pilih udang segar yang kulitnya berwarna lebih hitam. Saat dimasak, dagingnya akan menjadi lebih merah.
  • Udang yang berukuran agak besar dapat diolah menjadi beberapa macam bentuk, misalnya dibelah punggung (saat matang udang akan melingkar), ditusuk memanjang (saat matang udang akan tetap lurus memanjang), atau dikupas namun disisakan ekor. Variasi bentuk ini membuat tampilan sajian lebih beragam.

Sekilas memang cukup repot untuk mengolah seafood, tetapi jika sudah terbiasa maka akan lebih mudah untuk menyajikan beragam olahan seafood yang selalu lezat.

Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah yang Tak Tergantikan

Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah yang Tak Tergantikan

Indonesia terkenal dengan kekayaan kulinernya, sebab itu banyak sekali masakan khas Indonesia yang disukai oleh masyarakat dunia. Di saat Orang-orang Indonesia lebih sering memakan spaghetti dan masakan luar negeri yang lainya. Ternyata ada lho jajanan tradisional asal Jawa yang rasanya tidak kalah sama makanan luar, selain itu murah dan mudah didapatkan di jalanan. Berikut jajanan pasar yang banyak digemari masyarakat indonesia :

  • Arem-arem

Arem-arem ini merupakan makanan khas Kebumen. Mirip Dengan sushi di Jepang, bedanya sushi menggunakan isian daging mentah sementara arem-arem menggunakan daging ayam matang yang sudah dihaluskan bersama sambal. Arem-arem ini disajikan dengan bungkus pisang paling enak disantap dalam keadaan panas. Sangat pas untuk mengganjal perut saat lapar.

  • Kue Coro Bikan

Bentuknya mirip dengan bunga yang sudah mekar dengan pewarna merah yang jadi penghiasnya. Biasanya kue ini disajikan saat acara hajatan seperti pernikahan. Kue ini terbuat dari bahan tepung yang dicampur dengan gula pasir, santan, dan pewarna yang dituangkan dalam cetakan berbentuk bunga. Paling nikmat disantap saat hangat.

  • Lumpia

Kalau mampir ke semarang jangan lupa beli jajanan tradisional ini. Lumpia terbuat dari lapisan gandum yang berisi sayuran dan suiran daging ayam atau hewan laut. Lumpia mempunyai 2 jenis yaitu lumpia basah dan lumpia kering yang perbedaannya terletak pada lapisan gandumnya saja.

  • Wajik

Jajanan yang satu ini sangat populer bagi masyarakat Jawa, khususnya saat acara pernikahan, pasti si wajik ini akan dipilih sebagai menu kudapannya. Terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan gula jawa. Sensasi sekali gigitnya….maknyuss deh.

  • Gethuk

Jajanan ini ketika dimakan benar-benar lembut di mulut selain itu juga mengenyangkan. Gethuk banyak ditemui di Jawa Tengah dan Jogja biasanya dijual di pasar tradisional atau di jalan raya. Gethuk terbuat dari singkong atau ketela yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan gula dan pewarna.

  • Klepon

Bentuknya menyerupai bola berambut, biasanya dijual di pasar tradisional. Si klepon ini selain punya bentuk yang imut juga mempunyai rasa yang enak. Terbuat dari tepung beras ketan yang didalamnya ada gula Jawa cair, membuat si klepon ini pantas dijuluki vulcanonya Indonesia. Sekali menggigit klepon pasti membuat ketagihan untuk mencicipinya lagi

  • Jenang

Sepintas jajanan ini memang seperti dodol namun bila dicermati, jenang mempunyai tekstur yang lebih lembut dibanding dodol. Jenang merupakan jajanan populer kota Kudus namun bisa ditemukan di banyak kawasan daerah Jawa lainnya. Harganya yang murah serta rasanya yang manis membuat banyak pelancong memburunya sebagai oleh-oleh.

  • Cenil

Hampir mirip dengan klepon secara tampilan, namun cenil bahan utamanya berasal dari tepung kanji yang dibentuk lonjong atau kotak-kotak kecil. Cenil hadir dengan warna-warni yang beragam disertai parutan buah kelapa yang siap menggoyang lidah siapa saja yang memakannya.

  • Kue Mendut

Jajanan khas kota Solo yang jika dimakan terasa kenyal-kenyal di mulut apalagi disiram dengan kuah santannya pokoknya nikmat deh. Si kue mendut ini terbuat dari tepung beras yang didalamnya diberi isian gula Jawa dan disajikan pada mangkuk yang terbuat dari daun pisang yang diberi kuah santan.

  • Sego Tiwul

Dulu masyarakat Jawa utamanya di pedesaan sering memakan jajanan yang terbuat dari singkong ini untuk menggantikan nasi yang sulit didapatkan. Sego tiwul sangat enak dimakan dengan ikan tongkol dan sambal.

Jadi Mana nih  jajanan pasar favoritmu?

Seni Berbelanja di Pasar Tradisional

Seni Berbelanja di Pasar Tradisional

Pasar tradisional saat ini memang masih bertahan diantara banyaknya supermarket yang lebih modern. Mungkin bayangan yang ada di kepala jika mendatangi pasar tradisional pasti becek, kotor, aroma tidak sedap dan susah dapat parkiran. Sejak zaman dulu pasar tradisional memang salah satu tempat belanja yang paling pas untuk ibu rumah tangga membeli bahan baku. Pasti banyak yang kala itu masih kecil sering diajak ibu atau ayah untuk belanja di pasar tradisional.

Tapi dengan kamu yang milenial belanja di pasar tradisional ada seninya dan banyak untungnya lho. Kira-kira apa saja ya? Tumbasin.id sudah merangkum apa saja yang bisa didapatkan saat belanja di pasar tradisional.

Untuk yang sering belanja di supermarket terkadang menemukan kualitas barang sudah tidak segar atau terlalu mahal. Berbeda jika belanja di pasar tradisional, barang-barang yang dijual memang kebanyakan masih segar. Mulai dari buah, sayur mayur hingga daging dan ikan, pasti bakal banyak menemukan item-item tersebut masih segar. Biasanya si pedagang akan menyediakan barang jualannya dengan kualitas yang bagus.

Belanja di pasar tradisional bisa tawar-menawar

Nah, selain itu kalau belanja di pasar tradisional bisa tawar-menawar. Memang inilah seninya kalau belanja di pasar tradisional bisa saling tawar-menawar. Tawar-menawar emang udah lama terjadi sejak dulu. Di sini sistem tawar menawar salah satu cara yang sering terjadi kalau belanja di pasar tradisional.

“Bang ini berapa harganya sekilo?”, “Sekilonya Rp 25 ribu buk”, “Rp 20 ribu aja bang, boleh ya?”. Nah, interaksi seperti ini sering terjadi saat berbelanja di pasar tradisional.

Biasanya kalau belanja dengan tawar-menawar, ketika pulang ke rumah membawa barang belanjaan pasti senang karena dapat harga yang murah. Sementara di supermarket, hal tawar-menawar seperti di pasar tradisional tidak akan terjadi. Kita hanya bisa melihat label harga yang sudah tertera di setiap item jualannya.

Bisa belanja dalam jumlah kecil dan murah

Belanja di pasar tradisional juga sangat menguntungkan bagi yang ingin membeli dalam jumlah kecil. Kalau membeli dalam jumlah kecil pastinya harganya tidak mahal. Seninya belanja di pasar tradisional adalah pembeli dan pedagang bisa langsung berinteraksi. Hal ini jarang ditemui ketika berbelanja di supermarket yang saat ini sudah menjamur.

Meskipun tidak ada promo layaknya supermarket, belanja di pasar tradisional jika sudah kenal dengan satu pedagang biasanya ia akan memberikan harga dagangannya lebih murah daripada yang tidak kenal alias bukan langganan. Hal ini cukup menguntungkan untuk mengirit dompet sehingga pengeluaran tidak membengkak setiap bulannya.

Menelusuri lorong-lorong area pasar juga menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Mengapa? Ya, karena bisa memilih dari satu pedagang ke pedagang lainnya. Misalkan ketika ingin membeli buah dalam jumlah kiloan atau sedikit, biasanya “si abang” memperbolehkan “si pembeli” membeli dalam jumlah sedikit. Tapi ya jangan sedikit-sedikit banget ya nanti “si abang” bisa cemberut lho.

Uang kembalian langsung dari pedagang

Belanja di pasar tradisional memang harus menyiapkan uang cash dan biasanya penjual akan menyiapkan uang kembalian. Bedanya kalau di supermarket tidak akan menemukan hal seperti ini. Biasanya saat belanja di supermarket kita menuju ke kasir untuk melakukan transaksi pembayaran semua barang belanjaan.

Selain itu, ketika belanja di pasar tradisional kita harus memperhatikan timbangan si penjual. Pintar-pintar dalam memilih penjual ketika belanja di pasar tradisional. Jangan sampai rugi dengan barang belanjaan yang sudah dibeli.

Nah, sudah tahu dimana seninya belanja di pasar tradisional? Untuk kamu yang ingin merasakan belanja di sana harus tahu seluk-beluk cara menawar dengan pintar. Jangan sampai kamu sudah membeli barang belanjaan di satu pedagang tetapi pedagang lainnya menjual dengan harga yang murah. Manfaatkanlah cara belanja dengan tawar-menawar.

Dan biasanya pedagang pasar tradisional akan menjual barang dagangan lebih lengkap bahkan yang tidak ada di supermarket. Jadi selamat menikmati belanja di pasar tradisional.

Namun, bagaimana jika aktivitas berbelanja di pasar tradisional ini terkendala oleh waktu dan jarak. Banyak ibu bekerja yang gemar berbelanja ke pasar tradisional, namun tidak lagi memiliki waktu. Atau ibu rumah tangga yang ingin berbelanja ke pasar tradisional, tetapi jarak pasarnya jauh?

Tumbasin hadir untuk membantu para ibu mendapatkan manfaat belanja di pasar tradisional tanpa keluar rumah.

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, hampir semua permasalahan sehari-hari dapat dicari solusinya. Tidak terkecuali dengan permasalahan yang melanda kaum ibu. Jika berbelanja di pasar tradisional masih menjadi pilihan utama karena berbagai kelebihan dan keuntungannya maka solusi waktu dan jarak dapat diatasi dengan sebuah aplikasi belanja online di pasar tradisional yang memungkinkan para ibu tetap mendapatkan manfaat yang sama seolah berbelanja sendiri ke pasar tradisional.

Aplikasi berbelanja online di pasar tradisional, tumbasin, berusaha untuk selalu mengedepankan manfaat-manfaat yang bisa didapatkan oleh pelanggan yang terbiasa mendapatkan manfaat berbelanja langsung di pasar tradisional. Misalnya saja dalam hal menjaga kualitas produk atau bahan pangan yang dijual melalui aplikasi. Tumbasin memiliki tim quality control utuk memastikan produk dan bahan pangan yang dipilih segar dan berkualitas.

Hal tersebut tentunya ditunjang oleh keahlian tim pasar dalam menjaring pedagang dengan komoditi yang layak jual dan sesuai standar. Hasilnya, bahan pangan dan produk makanan yang dijual adalah yang sudah terpilih kualitasnya. Begitu pun soal harga, tumbasin berusaha semaksimal mungkin menciptakan nilai yang saling menguntungkan antara pedagang dan pembeli.

Jika berbelanja di supermarket harus terlebih dahulu menunggu jam buka maka dengan aplikasi Tumbasin, pembeli bisa berbelanja bahkan satu hari sebelumnya. Jika sebelumnya pembeli harus meluangkan waktu, mencari tempat parkir di pasar maka dengan aplikasi tumbasin, pembeli tetap mendapatkan manfaat berbelanja ke pasar tradisional tanpa harus keluar rumah. Bahan pangan atau bahan masakan akan diantarkan ke rumah sesuai dengan hari pemesanan.

Jadi, tertarik untuk segera menikmati kemudahan berbelanja di pasar tradisional dengan segudang manfaatnya? Bagi pengalaman ibu menggunakan aplikasi tumbasin di kolom komentar, dan dapatkan berbagai kesepakatan menarik seperti halnya saat berbelanja di pasar tradisional.

Cara Efektif Menghilangkan Bau Amis Telur dari Peralatan Masak

Cara Efektif Menghilangkan Bau Amis Telur dari Peralatan Masak

Dari sekian banyak resep makanan yang sering dimasak di rumah, telur menjadi salah satu bahan yang paling sering digunakan. Mulai dari membuat menu utama seperti telur balado hingga membuat kue. Meski rasanya enak dan penuh gizi, namun telur memiliki bau amis yang cukup kuat dan susah hilang jika sudah menempel di tangan, tempat cuci piring, hingga peralatan masak.

Bagi sebagian orang, bau amis pada telur yang kurang mengenakkan ini dianggap mengganggu. Memang bau amis yang sering dikeluarkan telur bisa mengganggu bagi orang yang tidak tahan terhadap bau-bauan. Namun tak perlu khawatir karena bau telur bisa dihilangkan dengan berbagai cara. Berikut ini ada berbagai cara efektif untuk menghilangkan bau telur di peralatan masak yang bisa dicoba di rumah masing-masing.

Garam

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menaburkan garam di peralatan masak yang berbau amis dari telur. Biarkan selama beberapa menit, lalu bilas alat masak tadi dengan air mengalir. Bau amis pun seharusnya sudah hilang. Kemudian cucilah peralatan masak tersebut seperti biasa sebelum disimpan kembali.

Air Jeruk Nipis

Cara lainnya bisa dengan menuangkan air perasan jeruk nipis pada peralatan masak yang memiliki bau amis, biarkan beberapa menit lalu kemudian bilas dengan air hingga bersih. Bau amis khas telur pun seharusnya sudah hilang karena jeruk nipis dikenal mampu hilangkan berbagai bau tak sedap pada peralatan dapur. Selain itu, jeruk nipis juga bisa memberi aroma segar pada peralatan masak.

Cuka

Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan cuka. Tuangkan cuka secukupnya di peralatan masak yang berbau telur. Biarkan sebentar hingga bau amis hilang, lalu bilas peralatan masak tadi dengan air hingga tidak ada cuka yang tersisa.Setelah itu lanjutkan dengan mencuci peralatan masak tadi seperti biasa.

Baking Soda

Sediakan tempat yang cukup besar untuk meletakkan peralatan masak yang berbau telur, misalnya ember, baskom besar maupun wastafel cuci piring. Kemudian isi ember, baskom atau wastafel dengan air lalu beri tambahan baking soda. Setelah itu, rendam peralatan masak yang berbau telur ke dalam air tadi. Biarkan selama beberapa saat lalu cuci seperti biasa dengan sabun pencuci piring dan bilas hingga bersih.

Ternyata tidak susah untuk menghilangkan bau amis telur pada peralatan masak bukan? Ketika memasak dengan bahan dasar telur, gunakan salah satu cara diatas untuk mencuci piring dan peralatan dapur lainnya yang berbau amis khas telur. Jadi jangan sampai kapok menggunakan telur untuk memasak berbagai menu makanan untuk keluarga. Yuk, memasak banyak masakan enak dan bergizi untuk keluarga tanpa harus mengkhawatirkan piring kotor dan bau yang mungkin timbul!